Langsung ke konten utama

MAKALAH PEMBELAJARAN FISIKA YANG INOFATIF


TUGAS TERSTRUKTUR
MAKALAH BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
PEMBELAJARAN FISIKA YANG INOVATIF









                                                                                                                   


OLEH:
AGANTINA VENALIA ( F1051171045)

DOSEN PENGAMPU:
DR. HARATUA TIUR MARIA,S M.Pd


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2018




BAB I
PENDAHULUAN
              Proses pembelajaran merupakan proses komunikasi antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa, siswa dengan sumber belajar dalam mencapai tujuan pembelajaran, sedangkan yang menjadi masalah adalah bagaimana proses komunikasi itu berjalan efektif agar pesan yang ingin disampaikan dapat diterima secara utuh. Guru dituntut untuk mempunyai kemampuan dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan siswa sehingga memudahkan siswa untuk menerima pesan yang disampaikan oleh guru.
Pembelajaran fisika bertujuan agar siswa mampu menguasai berbagai konsep dan prinsip fisika untuk mengembangkan pengetahuan, serta keterampilan berhitung sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran fisika juga dimaksudkan untuk pembentukan sikap positif terhadap fisika, yaitu merasa tertarik untuk mempelajari fisika lebih lanjut. Banyak siswa yang dalam kenyataannya tidak tertarik pada pembelajaran fisika, hal ini terlihat pada proses pembelajaran berlangsung. Siswa beranggapan bahwa fisika itu sulit karena banyak teori dan rumus-rumus yang harus dipelajari, hal ini berdampak pada rendahnya prestasi siswa terhadap pelajaran fisika sehingga siswa sering mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal yang diberikan oleh guru.
            Pembelajaran  inovatif adalah pembelajaran yang dikemas oleh pebelajar atas dorongan gagasan barunya yang melakukan langkah-langkah belajar, sehingga memperoleh kemajuan hasil belajar.  Dalam konteks program belajar mengajar, program pembelajaran  yang inovatif dapat berarti program yang dibuat sebagai upaya  mencari pemecahan suatu masalah. Itu disebabkan, karena program  pembelajaran tersebut belum pernah dilakukan atau  program pembelajaran yang sejenis sedang dijalankan akan tetapi  perlu perbaikan. Program pembelajaran yang sifatnya memperbaiki program pembelajaran sebelumnya yang tidak memuaskan, hasilnya dapat digolongkan inovatif karena mencoba untuk memecahkan masalah yang belum terpecahkan.Secara garis besar bahwa program pembelajaran inovatif adalah program pembelajaran yang langsung memecahkan permasalahan yang sedang dihadapi oleh kelas berdasarkan kondisi kelas.
Oleh sebab itu, guru di tuntut untuk dapat menerapkan suatu strategi atau metode baru/inovasi baru untuk memampukan siswa agar dapat mengetahui konsep dasar fisika dan penerapannya yang dihasilkan untuk menciptakan Pembelajaran yang kondusif.


BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A.    Pengertian Pembelajaran Inovatif
Kata “inovatif” berasal dari kata sifat bahasa inggris inovtive. Kata ini berakar Dari kata kera to inovative yang mempunyai arti menemukan (sesuatu yang baru). Oleh karena itu Pembelajaran inovatif dapat diartikan sebagai Pembelajaran yang dirancang oleh guru, yang sifatnya baru, tidak seperti biasanya dilakukan dan bertuuan untuk memfasilitasi siswa dalam membangun pengetahuan sendiri dalam rangka proses perubahan perilaku ke arah yang lebih baik sesuai dengan potensi dan perbedaan yang dimiliki siswa (Darmadi,  2017).
            Pembelajaran inovatif adalah Pembelajaran yang dikemas oleh siswa atas dorongan barunya yang merupakan produk dari learning how to learn untuk melakukan langkah-langkah belajar, sehingga memperoleh kemauan hasil belajar. Dalam konteks program  belajar mengajar, program Pembelajaran yang inovatif dapat berarti program yang dibuat sebagai upaya mencari pemecahan suatu masalah. Itu disebabkan,karena program Pembelajaran tersebut belum pernah dilakukan atau program Pembelajaran yang sejenis inovatif juga mengandung arti pembelajaran yang dikemas oleh guru atau instruktur lainnya yang merupakan wujud gagasan atau teknik yang dipandang baru agar mampu menfasilitasi siswa untuk memperoleh kemajuan dalam proses dan hasil belajar sekolah (Hamalik,  2004).
            Pembelajaran inovatif bisa mengadaptasi dari model pembelajaran yang  menyenangkan. “Learning is fun” merupakan kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif.Jika siswa sudah menanamkan hal ini di pikirannya tidak akan ada lagi siswa yang pasif di kelas, perasaan tertekan, kemungkinan kegagalan, keterbatasan pilihan, dan tentu saja rasa bosan. Membangun metode pembelajaran inovatif sendiri bisa dilakukan dengan cara diantaranya  mengukur daya kemampuan serap ilmu masing-masing orang sedang dijalankan akan tetapi perlu perbaikan. Program Pembelajaran yang sifatnya memperbaiki program Pembelajaran sebelumnya yang tidak memuaskan, hasilnya dapat digolongkan inovatif karena mencoba untuk memecahkan masalah yang belum terpecahkan. Secara garis besar bahwa program Pembelajaran inovatif adalah program Pembelajaran yng langsung memecahkan permasalahan yang sedang dihadapi oleh kelas berdasarkan kondisi kelas. Pada gilirannya program Pembelajaran tersebut akan memberi sumbangan terhadap usaha peningkatan mutu sekolah (Hamalik,  2004).


B.     Konsep Pembelajaran Fisika Yang Inovatif
                  Perubahan pada tahap awal para guru memiliki motivasi dan sikap ingin berubah untuk mendapatkan sesuatu yang baru, karena inti dari pengertian inovasi itu sendiri adalah guru harus memiliki sikap kreatif. Kreatif dalam artian merespon berbagai perubahan yang ada, karena setiap adanya perubahan akan selalu diiringi oleh berbagai cara untuk melaksanakannnya  proses belajar mengajar.Menanggapi perubahan yang terjadi disebabkan oleh adanya kesadaran seseorang terhadap kekurangan cara yang dimilikinya seperti dalam kegiatan belajar mengajar, mulai dari penetapan tujuan pembelajaran, pemilihan materi ajar, pemilihan pendekatan, media, metode, dan sistem penilaian. bahwa inovasi yang dilakukan oleh seorang guru lebih ditekankan pada kegiatan mengajar, karena ia diserahi tugas dan wewenang mengelola kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Dalam konteks ini kegiatan guru lebih dari pekerjaan seorang profesional umumnya, karena ia dituntut bukan hanya ahli pada bidangnya tetapi juga harus mampu mengelola pembelajaran dalam lingkungan proses belajar mengajar (K,komalasari,  2010).
C.    Teori Yang Mendasari Pembelajaran Inovatif
Adapun Beberapa teori dalam pembelajaran inovatif diantaranya:
1. Teori Kognitif
Teori yang  mengandalkan pikiran dan konsep dasar yang dimiliki oleh peserta didik, namun  dalam proses pembelajaran mampu mengelaborasi dalam mengembangkan konsep yang diberikan pada peserta didik dan memecahkan masalah yang ada dikelas (Trianto,  2007).
2. Teori humanistik
Teori yang mengandalkan komunikasi dengan individu lainnya, karena  manusia akan membutuhkan 4 fase dalam belajar yaitu : perhatian, retensi, reproduksi, dan motivasi (Wahyuari,  2012).
3. Teori gestalt
Teori yang memandang dalam proses belajar mengajar yang merupakan fasilitas dari potensi yang dimiliki oleh peserta didik dalam belajar, sehingga munculnya motivasi yang berupa pengalaman pada diri anak itu sendiri ( Ismail,  2003).


BAB III
PEMBAHASAN
    Dalam dunia pendidikan terdapat beberapa istilah inovasi yang harus diketahui oleh calon pendidik, sebagaimana biasanya inovasi sendiri diartikan sebagai ide, barang, kejadian, metode yang dirasakan atau diamati sebagai suatu hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang atau masyarakat. Ketika mendengar kata inovasi, yang muncul di benak kita barang kali sesuatu yang bersifat baru, unik dan menarik.
    Pembelajaran inovatif yaitu pembelajaran yang langsung memecahkan masalah yang sedang dihadapi oleh kelas, berdasarkan kondisi kelas.jadi pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang berorientasi pada strategi, metode atau upaya menigkatkan semua kemampuan positif dalam proses pengembangan potensi atau kemampuan siswa dan peran siswa sebagai pihak yang paling aktif, dan guru sebagai pembimbing, dalam kegiatan pembelajaran siswa.


    Begitu pula yang saat ini dapat kita lihat beberapa masalah yang dihadapi siswa disekolah khususnya  tentang pembelajaran fisika yang begitu sulit untuk dimengerti, Mengapa hal ini bisa terjadi? Banyak dari siswa menganggap bahwa fisika itu tidak menyenangkan, fisika adalah sebuah “Hantu disiang hari” yang sangat menakutkan. Salah satu penyebab yang membuat pelajaran fisika begitu sulit dimengerti oleh siswa adalah bahwa pelajaran fisika yang mereka terima ketika belajar disekolah, kurang begitu menarik, kebanyakan materi yang disampaikan oleh guru lebih pada teori jauh dari permasalahan sehari-sehari dalam kehidupan nyata, sehingga terkesan fisika hanyalah abstrak belak dan penuh dengan rumus-rumus
Hal inilah yang menjadi salah satu permasalahan mengapa fisika sulit dimengerti oleh siswa, khususnya siswa SMA.
Citra fisika dimata siswa menjadi tidak baik, mereka lebih tertarik kepada pelajaran yang umumnya memuat materi yang menarik, yang sesuai dengan kehidupan nyata. Sehingga peran siswa dalam kegiatan belajar mengajar menjadi sangat kurang, mereka tidak lagi aktif, namun hanya mendengar apa yang dijelaskan oleh guru didepan papan tulis, dan belum tentu apa yang mereka dengar, bisa mereka pahami. Untuk memperbaiki citra fisika dimata siswa menjadi fisika yang menyenangkan, fisika yang bersahabat, fisika yang kontekstual, fisika yang aktif, fisika yang kreatif, fisika yang inovatif, fisika yang efektif, maka tugas guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran fisika, harus mengetahui hal-hal apa saja yang harus dilakukan, bisa membawa siswa untuk dapat mengerti dan memahami fisika dengan cara yang menyenangkan.
Pembelajaran inovatif bisa mengadaptasi dari model pembelajaran yang menyenangkan. “Learning is fun” merupakan kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif. Jika siswa sudah menanamkan hal ini di pikirannya tidak akan ada lagi siswa yang pasif di kelas, perasaan tertekan dengan tenggat waktu tugas, kemungkinan kegagalan, keterbatasan pilihan, dan tentu saja rasa bosan.Membangun metode pembelajaran inovatif sendiri bisa dilakukan dengan cara diantaranya mengakomodir setiap karakteristik diri. Artinya mengukur daya kemampuan serap ilmu masing-masing orang. Contohnya saja sebagian orang ada yang berkemampuan dalam menyerap ilmu dengan menggunakan visual atau mengandalkan kemampuan penglihatan, kemampuan mendengar, dan kinestetik. Dan hal tersebut harus disesuaikan pula dengan upaya penyeimbangan fungsi otak kiri dan otak kanan yang akan mengakibatkan proses renovasi mental, diantaranya membangun rasa percaya diri siswa.
Kreatif dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya pada proses pembelajaran akan lebih fokus.
Menurut hasil penelitian, tingginya waktu perhatian terbukti meningkatkan hasil belajar. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif, yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung, sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif, maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa.Dalam proses belajar mengajar agar didapatkan suatu hasil yang maksimal maka diperlukan suatu teknik pembelajaran yang efisien dan afektif sehingga tidak mengahabiskan waktu yang lama dan bertele-tele yang kadang hasilnya kurang memuaskan.
Pembelajaran inovatif merupakan pembelajaran yang dikemas oleh peelajar atas dorongan gagasan barunya yang merupakan produk dari learning how to learn untuk melakukan langkah-langkah belajar, sehingga memperoleh kemajuan hasil belajar.
Materi kesetimbangan benda tegar merupakan salah satu materi yang diberikan di kelas XI semester dua (2). Materi ini menurut siswa merupakan materi yang sulit untuk dipahami. Untuk lebih merangsang siswa berpikir aplikasi dari pembelajaran titik berat, guru memberikan stimulus pertanyaan-pertanyaan yang merangsang berpikir siswa. “Mengapa pemain acrobat yang ditumpuk menjadi satu tidak jatuh?’ “Mengapa sebuah gedung yang bentuknya tidak teratur tidak roboh?’Salah satu metode pembelajaran inovatif yang dilaksanakan oleh guru adalah melalui suatu kegiatan untuk menentukan titik berat benda. Benda dua dimensi yang digunakan adalah benda yang memiliki berbagai bentuk seperti kupu-kupu, kastil, gedung dan lain sebagainya.
Seluruh kegiatan siswa yang mempersiapkan dan melaksanakannya. Bentuk benda sesuai keinginan dan kreatifitas setiap siswa dan dihasilkan bentuk benda yang berbeda-beda.Setelah siswa membuat bentuk benda yang akan dicari titik beratnya, selanjutnya siswa melakukan pengukuran menentukan titik berat Benda yang akan ditentukan titik beratnya digantungkan. Titik berat diperoleh dari resultan gaya berat setiap partikel.Hasil setiap titik berat benda kemudia ditempel pada satu lembar kertas sebagai laporan praktikum Setelah melakukan pembelajaran yang inovatif, siswa menjadi lebih paham mengenai titikberat.
Berdasarkan implementasi  pembelajaran fisika yang inovatif tersebut. Terdapat suatu teori pendukung dalam pengembangan pembelajaran terhadap siswa oleh guru. Diantaranya; terdapat teori kognitif yang menjadi acuan,bahwa adanya perilaku yang muncul pada siswa melalui suatu proses yang bermakna yang menghubungkan peristiwa atau butir baru pada aspek kognitif yang ada. Teori kognitif inilah yang lebih mengandalkan pikiran dan konsep dasar yang dimiliki siswa dalam mempelajari fisika.kognitif amat menjauhi model menghafal rumus. Karena tiap proses pembelajaran haruslah bermakna yang mampu mengelaborasi kognisi siswa.Kemudian, terdapat teori Humanistik yang dalam proses belaar tidak hana teradi karena seseorag mendapatkan stimulus tetapi terjadi karena adanya suatu komunikasi dengan individu lainnya. Proses belajar teradi karena komunikasi persoal,dalam diri siswa teradi transaksi akibat komunikasi dua arah atau lebih yang masig-masing mendapatkan kesempatan,baik selaku guru maupun siswa atarpersonal. Sehingga penyampaian materi dalam proses pembelajaran adanya hubungan timbal balik. Yang ketiga teori gestalt ,teori ini memandang undur-unsur yang terlibat dalam proes belajar tidak terpisahkan tetapi merupakan totslitas dalam membentuk medan belajar,sehingga teradi perubahan tingkah laku yang merupakan indikator hasil belajar yang diperoleh,selain itu motivasi atau dorongan yang diberikan guru pada siswa merupakan faktor penting dalam pembelajaran. Untuk mendorong setiap individu berperilaku,munculnya motivasi uga karena terdapat daya tarik yang membuat siswa lebih merasakan hal yang menyenangkan.
Kegiatan yang telah dilaksanakan oleh siswa merupakan aplikasi “Learning is fun” dimana siswa mendapatkan pemahaman yang lebih konkret. Berdasarkan kegiatan pembeljaran inovatif yang telah siswa lakukan dapat diambil kesimpulan bahwa pembelajaran inovatif memiliki keunggulan antara lain:
1.      Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan.
2.      Berpikir dan bertindak kreatif.
3.      Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis
4.      Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan.
5.      Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan.
6.      Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat.
7.      Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan, khususnya dunia kerja.
Berdasarkan yang telah disamapaikan diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa melalui pembelajaran inovatif menjadikan pembelajaran Fisika lebih fun, kreatif, bermakna dan merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa. Siswa menjadi lebih berminat dan menyukai Fisika jika guru lebih kreatif dalam menggunakan metode-metode pembelajaran. 


BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
 Suatu proses pembelajaran yang telah diuraikan dalam makalah ini, merupakan suatu paradigma baru yang sangat perlu bagi kita khususnya sebagai guru dan calon guru untuk mengembangkan model pembelajaran yang berorientasi pada model pembelajaran Inovatif. Pembelajaran inovatif merupakan suatu konsep pembelajaran yang sangat menekankan pada pentingnya partisipasi aktif dari siswa dalam mempelajari suatu kompetensi yang hendak mereka kuasai, guru bertindak sebagai fasilitator yang juga berperan penting dalam merancang pembelajaran yang menyenangkan dan bisa mengangkat dan mengembangkan kreatifitas siswa, melalui pembelajaran inovatif menjadikan pembelajaran Fisika lebih fun, kreatif, bermakna dan merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa. Siswa menjadi lebih berminat dan menyukai Fisika jika guru lebih kreatif dalam menggunakan metode-metode pembelajaran.



DAFTAR PUSTAKA
Darmadi,  2017,  Pengembangan  Metode pembelajaran Dalam Dinamika Belajar Siswa,    
   Jakarta : Depublish.
Hamalik , Oemar. 2004.  Inovasi Pendidikan ; Perwujudannya dalam sistem pendidikan  
   Nasional. Bandung: YP. Permindo.
Ismail. 2003. Model-Model Pembelajaran. Jakarta: Dit. Pendidikan Lanjutan Pertama.
K, Komalasari,  2010,  Pembelajaran kontekstual : Konsep dan Aplikasi. Bandung: Refika  
   Aditama.
Trianto. 2007.  Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasikan Konstruktivistik.
   Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher.
Wahyuari,Sartono. 2012, Metode Pembelajaran Inovatif.Jakarta : Grasindo.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penulisan Policy Brief dan Policy Paper serta Pentingnya Komunikasi dalam Kebijakan

Mengapa policy brief atau policy paper itu penting ? Policy brief atau policy pape r diartikan sebagai jembatan komunikasi, seorang policy analyst setelah menemukan data ( evidance ) yang perlu diberikan dan disampaikan kepada policy maker. Agar tidak hanya menghasilkan  policy paper , tetapi perlu menjadi tindak lanjut dan respon dari policy maker.   Bagaimana seorang policy analyst menghasilkan jembatan komunikasi ? Dalam hal ini policy analyst perlu memahami dan memiliki pengetahuan tentang policy stakeholder terkait dengan isu tertentu seperti (siapa yang terlibat, kedudukan, dll).  Policy analyst juga harus bisa melihat keterkaitan isu dengan lingkungan-lingkungan strategik. Seorang analis kebijakan harus mampu mengevaluasi atau kebijakan existing selama proses berjalan untuk melihat seperti apa hasilnya, dampaknya, bagaimana kinerja policy analyst dan mampu memberikan skor pelaksanaan kebijakan. Policy analyst juga harus mampu memberikan pilihan atau alte...

STAKE'S MODEL

RINGKASAN PERKULIAHAN MODEL EVALUASI STAKE'S Pendahuluan Evaluasi informal : evaluasi yang dikenali dari ketergantungannya pada observasi sepintas lalu, tujuan yang implisit, norma-norma intuitif dan judgement subyektif. Evaluasi formal: evaluasi yang dikenali dari ketergantungan pada cek list struktur visi panduan, dikontro/ dikedalikan dan standarisasi tes siswa. Menekankan pada evaluasi formal : dipandang dapat memberikan sumbangan yang potensial pada program pendidikan. Evaluasi formal dapat dididentifikasikan secara rinci kondisi-kondisi yang mengawali aktivitas (antecedent condition), transaksi-transaksi di dalam kelas (classroom transaction)  dalam keterkaitannya dengan acholastic outcome. Evaluasi formal dapat dipergunakan untuk merefleksikan kesempurnaan, kompeksitas dan penting tidaknya suatu program pendidikan. Aspek-aspek Program yang Dievaluasi Tahap awal (antecedent phase), periode sebelum program diterapkan, mecakup peristiwa dan kondisi yang mungkin berkaitan dengan...
       Pada kesempatan ini, saya akan membagikan salah buku “wajib” untuk persiapan olimpiade fisika tingkat SMA/MA. Ini merupakan buku yang sangat saya rekomendasikan. Tidak jarang soal-soal yang ada disini keluar ketika KSN tingkat kota, provinsi, maupun nasional. Ingat, tak jarang ada anak yang berhasil di KSN karena soal yang dia dapat ketika ujian pernah ia kerjakan sebelumnya sehingga dapat mengerjakan dengan tepat dan efektif. David Morin - Introduction to Classical Mechanics Buku ini sangat cocok untuk persiapan KSN tingkat kota sampai provinsi, karena mekanika yang dipelajari cukup mendalam dan variasi soalnya merupakan model-model soal yang sering keluar di olimpiade. Secara garis besar, buku ini terdiri dari 14 bab, yaitu: 1 . Strategi umum untuk memecahkan permasalahan mekanika. 2. Kesetimbangan, meliputi kesetimbangan gaya dan torsi. 3. Penggunaan F=ma, yang merupakan penerapan dari Hukum II Newton. 4. Osilasi, meliputi osilasi harmonik, ...