Langsung ke konten utama

STAKE'S MODEL

RINGKASAN PERKULIAHAN MODEL EVALUASI STAKE'S

Pendahuluan

  • Evaluasi informal : evaluasi yang dikenali dari ketergantungannya pada observasi sepintas lalu, tujuan yang implisit, norma-norma intuitif dan judgement subyektif.
  • Evaluasi formal: evaluasi yang dikenali dari ketergantungan pada cek list struktur visi panduan, dikontro/ dikedalikan dan standarisasi tes siswa.
  • Menekankan pada evaluasi formal : dipandang dapat memberikan sumbangan yang potensial pada program pendidikan.
  • Evaluasi formal dapat dididentifikasikan secara rinci kondisi-kondisi yang mengawali aktivitas (antecedent condition), transaksi-transaksi di dalam kelas (classroom transaction) dalam keterkaitannya dengan acholastic outcome.
  • Evaluasi formal dapat dipergunakan untuk merefleksikan kesempurnaan, kompeksitas dan penting tidaknya suatu program pendidikan.
Aspek-aspek Program yang Dievaluasi
  1. Tahap awal (antecedent phase), periode sebelum program diterapkan, mecakup peristiwa dan kondisi yang mungkin berkaitan dengan hasil program. Aspek-aspek tahap ini disebut entry behavior (konteks)
  2. Transaction phase (actual process of programs),  meliputi segala peristiwa selama berlangsungnya program dan bersifat dinamis.
  3. Outcome phase (product and output), setelah selesai dan yang dimaksudkan adalah hasil internal. Mencakup dampak program yang diterima oleh peserta maupun pihak lain yang terlibat dengan program.
Ketiga aspek diatas dalam proses evaluasi memililiki keterkaitan yang menyatu (contigensi).

Judgment Program yang di Evaluasi
  • Kegiatan membandingkan antara intens observasi dan standart
  • Proses membandingkan secara relatif dan absolut
  • Relatif : kriteria    sebagai acuan untuk program yang di evaluasi dengan program lain.
  • Pembanding absolut : acuan program yang secara ideal memiliki kualitas yang baik secara ideal memiliki kualitas yang baik (standart of excellence).
Proses Evaluasi
  • Dua dimensi pokok yang menentukan evaluasi : descriptive dan judement (keputusan).
  • Keduanya berkaitan dalam penetapan nilai program yang dievaluasi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penulisan Policy Brief dan Policy Paper serta Pentingnya Komunikasi dalam Kebijakan

Mengapa policy brief atau policy paper itu penting ? Policy brief atau policy pape r diartikan sebagai jembatan komunikasi, seorang policy analyst setelah menemukan data ( evidance ) yang perlu diberikan dan disampaikan kepada policy maker. Agar tidak hanya menghasilkan  policy paper , tetapi perlu menjadi tindak lanjut dan respon dari policy maker.   Bagaimana seorang policy analyst menghasilkan jembatan komunikasi ? Dalam hal ini policy analyst perlu memahami dan memiliki pengetahuan tentang policy stakeholder terkait dengan isu tertentu seperti (siapa yang terlibat, kedudukan, dll).  Policy analyst juga harus bisa melihat keterkaitan isu dengan lingkungan-lingkungan strategik. Seorang analis kebijakan harus mampu mengevaluasi atau kebijakan existing selama proses berjalan untuk melihat seperti apa hasilnya, dampaknya, bagaimana kinerja policy analyst dan mampu memberikan skor pelaksanaan kebijakan. Policy analyst juga harus mampu memberikan pilihan atau alte...
       Pada kesempatan ini, saya akan membagikan salah buku “wajib” untuk persiapan olimpiade fisika tingkat SMA/MA. Ini merupakan buku yang sangat saya rekomendasikan. Tidak jarang soal-soal yang ada disini keluar ketika KSN tingkat kota, provinsi, maupun nasional. Ingat, tak jarang ada anak yang berhasil di KSN karena soal yang dia dapat ketika ujian pernah ia kerjakan sebelumnya sehingga dapat mengerjakan dengan tepat dan efektif. David Morin - Introduction to Classical Mechanics Buku ini sangat cocok untuk persiapan KSN tingkat kota sampai provinsi, karena mekanika yang dipelajari cukup mendalam dan variasi soalnya merupakan model-model soal yang sering keluar di olimpiade. Secara garis besar, buku ini terdiri dari 14 bab, yaitu: 1 . Strategi umum untuk memecahkan permasalahan mekanika. 2. Kesetimbangan, meliputi kesetimbangan gaya dan torsi. 3. Penggunaan F=ma, yang merupakan penerapan dari Hukum II Newton. 4. Osilasi, meliputi osilasi harmonik, ...