Langsung ke konten utama

 


    Pada kesempatan ini, saya akan membagikan salah buku “wajib” untuk persiapan olimpiade fisika tingkat SMA/MA. Ini merupakan buku yang sangat saya rekomendasikan. Tidak jarang soal-soal yang ada disini keluar ketika KSN tingkat kota, provinsi, maupun nasional. Ingat, tak jarang ada anak yang berhasil di KSN karena soal yang dia dapat ketika ujian pernah ia kerjakan sebelumnya sehingga dapat mengerjakan dengan tepat dan efektif.

David Morin - Introduction to Classical Mechanics

Buku ini sangat cocok untuk persiapan KSN tingkat kota sampai provinsi, karena mekanika yang dipelajari cukup mendalam dan variasi soalnya merupakan model-model soal yang sering keluar di olimpiade. Secara garis besar, buku ini terdiri dari 14 bab, yaitu:

1. Strategi umum untuk memecahkan permasalahan mekanika.
2. Kesetimbangan, meliputi kesetimbangan gaya dan torsi.
3. Penggunaan F=ma, yang merupakan penerapan dari Hukum II Newton.
4. Osilasi, meliputi osilasi harmonik, teredam, terpaksa, terkopel, hingga kombinasi antara 3 jenis osilasi terakhir.
5. Konservasi energi dan momentum linier.
6. Metode Lagrangian, yaitu salah satu metode penyelesaian permasalahan mekanika selain menggunakan hukum Newton ataupun metode energi.
7. Gaya sentral, yaitu gaya yang arahnya selalu menuju satu titik pusat tertentu. Ini merupakan materi yang baru muncul di tingkat provinsi dan nasional, berhubungan dengan mekanika benda langit dalam astronomi.
8. Momentum anguler part I, yaitu untuk kasus-kasus dimana momentum anguler konstan.
9. Momentum anguler part II, yaitu untuk kasus-kasus momentum anguler yang berubah-ubah.
10. Kerangka acuan yang dipercepat, membahas bagaimana meninjau permasalahan dalam kerangka yang dipercepat (non-inersial).
11. Relativitas (kinematika), membahas tinjauan relativitas khusus pada kasus kinematika.
12. Relativitas (dinamika), membahas tinjauan relativitas khusus pada kasus dinamika.
13. Relativitas umum, berisi pengenalan sekilas tentang relativitas umum.
14. 4-vektor.

    Nah, 10 bab pertama itu sangat saya rekomendasikan untuk dipelajari karena berhubungan dengan mekanika klasik. Di buku ini, pembahasan matematis lumayan mendetail. Tidak semua pembahasan matematis harus benar-benar dipelajari jika untuk persiapan olimpiade, misalnya pada bab metode Lagrangian. Metode tersebut juga masih jarang dipakai untuk olimpiade setingkat SMA/MA. 
    
    Pada setiap akhir bab, ada latihan soal yang terdiri dari problems dan exercises. Untuk problems, solusinya sudah ada di akhir bab sedangkan untuk exercises merupakan soal latihan sehingga tidak ada solusinya di buku. Namun, saya juga akan membagikan Solution Manual yang berisi solusi untuk setiap exercises. Gunakanlah sebaik-baiknya.

Berikut link Download-nya:



Sekian, Semoga Bermanfaat ^_^


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penulisan Policy Brief dan Policy Paper serta Pentingnya Komunikasi dalam Kebijakan

Mengapa policy brief atau policy paper itu penting ? Policy brief atau policy pape r diartikan sebagai jembatan komunikasi, seorang policy analyst setelah menemukan data ( evidance ) yang perlu diberikan dan disampaikan kepada policy maker. Agar tidak hanya menghasilkan  policy paper , tetapi perlu menjadi tindak lanjut dan respon dari policy maker.   Bagaimana seorang policy analyst menghasilkan jembatan komunikasi ? Dalam hal ini policy analyst perlu memahami dan memiliki pengetahuan tentang policy stakeholder terkait dengan isu tertentu seperti (siapa yang terlibat, kedudukan, dll).  Policy analyst juga harus bisa melihat keterkaitan isu dengan lingkungan-lingkungan strategik. Seorang analis kebijakan harus mampu mengevaluasi atau kebijakan existing selama proses berjalan untuk melihat seperti apa hasilnya, dampaknya, bagaimana kinerja policy analyst dan mampu memberikan skor pelaksanaan kebijakan. Policy analyst juga harus mampu memberikan pilihan atau alte...

STAKE'S MODEL

RINGKASAN PERKULIAHAN MODEL EVALUASI STAKE'S Pendahuluan Evaluasi informal : evaluasi yang dikenali dari ketergantungannya pada observasi sepintas lalu, tujuan yang implisit, norma-norma intuitif dan judgement subyektif. Evaluasi formal: evaluasi yang dikenali dari ketergantungan pada cek list struktur visi panduan, dikontro/ dikedalikan dan standarisasi tes siswa. Menekankan pada evaluasi formal : dipandang dapat memberikan sumbangan yang potensial pada program pendidikan. Evaluasi formal dapat dididentifikasikan secara rinci kondisi-kondisi yang mengawali aktivitas (antecedent condition), transaksi-transaksi di dalam kelas (classroom transaction)  dalam keterkaitannya dengan acholastic outcome. Evaluasi formal dapat dipergunakan untuk merefleksikan kesempurnaan, kompeksitas dan penting tidaknya suatu program pendidikan. Aspek-aspek Program yang Dievaluasi Tahap awal (antecedent phase), periode sebelum program diterapkan, mecakup peristiwa dan kondisi yang mungkin berkaitan dengan...