Langsung ke konten utama

Penulisan Policy Brief dan Policy Paper serta Pentingnya Komunikasi dalam Kebijakan

Mengapa policy brief atau policy paper itu penting ?


Policy brief atau policy paper diartikan sebagai jembatan komunikasi, seorang policy analyst setelah menemukan data (evidance) yang perlu diberikan dan disampaikan kepada policy maker. Agar tidak hanya menghasilkan  policy paper, tetapi perlu menjadi tindak lanjut dan respon dari policy maker. 

Bagaimana seorang policy analyst menghasilkan jembatan komunikasi ?
  1. Dalam hal ini policy analyst perlu memahami dan memiliki pengetahuan tentang policy stakeholder terkait dengan isu tertentu seperti (siapa yang terlibat, kedudukan, dll). 
  2. Policy analyst juga harus bisa melihat keterkaitan isu dengan lingkungan-lingkungan strategik.
  3. Seorang analis kebijakan harus mampu mengevaluasi atau kebijakan existing selama proses berjalan untuk melihat seperti apa hasilnya, dampaknya, bagaimana kinerja policy analyst dan mampu memberikan skor pelaksanaan kebijakan.
  4. Policy analyst juga harus mampu memberikan pilihan atau alternatif yang bervariasi terhadap kebijakan-kebijakan yang akan diadopsi oleh pimpinan (Policy maker).
  5. Policy analyst harus mampu memberikan porsi rekomendasi atau keputusan terbaik.
Perhatikan ilustrasi berikut!
                                                        
Dari ilustrasi (1) diatas, ada proses komunikasi seorang policy analyst dengan policy maker. Tampak membawakan berkas, hasil-hasil karya panelitian  (research) nya kepada policy maker. Kemudian policy maker mengatakan: "Bisakah kembali ke saya berdasarkan hasil penelitian ini dnegan 6 poin saja dalam bentuk powerpoint, karena saya tidak memiliki waktu untuk menelaah, mengkritisi, dan membaca paper sebanyak ini ".

Kemudian, pada ilustrasi (2) menceritakan seorang policy maker sudah memiliki agenda tertentu dalam pengambilan keputusan. Tetapi, di back-up oleh seorang policy analyst. Seorang policy analyst boleh mengambil dengan metode apapun dalam pemilihan kebijakan., apapun hasilnya harus mendukung konklusi yang sudah diarahkan oleh pimpinan.

Tiga (3) Bentuk Naskah KebijakanPrinsip Dasar Policy Research

  • Policy research  memiliki sense yang berbeda dibandingkan penelitian pada umumnya (skripsi, tesis, disertasi). Policy research harus kuat di policy problem. Policy problem sendiri dapat dirumuskan dengan bijakan jika sudah ada informasi pendahuluan terkait dengan isu/variabel yang akan dikaji.
  • Kegagalan merumuskan policy problems akan menjadikan hasil analisis dan rekomendasi dalam paper/laporan penelitian tidak dapat mengatasi masalah (kesalahan tipe-3). Menurut ahli matematika Richard Hamming (1915-1998), "Lebih baik mmenyelesaikan masalah yang benar dengan cara yang salah daripada memecahkan masalah yang salah dengan cara yang benar".
  • Selain policy problem, kajian sebaiknya memperharikan 2 policy relevant information lainnya, yakni outcome dan policy performance. Kedua hal ini idealnya sudah tersedia saat merumuskan research design.  Dengan memiliki informasi ini, maka Research Question tidak berkarakter deskriptif (untuk menghasilkan informasi), tetapi lebih solutif (menjawab masalah yang fundamental dan memberikan alternatif kebijakan).




Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVITALISASI PENDIDIKAN VOKASI MELALUI INOVASI SISTEM PENILAIAN KECAKAPAN

  Pendahuluan    Pada saat ini dengan berkembangnya informasi, komputasi, otomasi, dan komunikasi yang merambah dalam segala aspek kehidupan manusia di semua belahan dunia. Hal ini tentunya berdampak pada pendidikan, dimana dalam proses pembelajarannya hendaknya disesuaikan dengan kemajuan dan tuntutan zaman. Dunia kerja menuntut perubahan kompetensi yang harus dimiliki peserta didik. Kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, berkomunikasi dan berkolaborasi menjadi kompetensi penting dalam memasuki kehidupan abad 21.      Pembentukan kompetensi di sekolah mengandalkan kurikulum yang diselaraskan dengan tuntutan dunia masa depan anak yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri, agar dapat terserap di dunia kerja. Kurikulum yang dikembangkan oleh sekolah dituntut untuk merubah pendekatan pembelajaran dan sistem penilaiannya yang berpusat pada guru/pendidik ( teacher centered learning ) menjadi pendekatan pembelajaran yang berpusat pad...

Analisis Kebijakan Publik Identifikasi dan Seleksi

     Analisis kebijakan publik adalah pemahaman akan suatu kebijakan atau pengkajian untuk merumuskan suatu kebijakan (Nugroho dalam Pasolong, 2019, hlm. 50). Dengan demikian, selain untuk merumuskan suatu kebijakan, analisis publik juga dapat digunakan untuk memahami seperti apa suatu kebijakan publik itu. Mengapa diperlukan analisis kebijakan publik ? Hal tersebut dipicu oleh banyaknya kebijakan publik yang dianggap kurang memuaskan karena begitu banyak kebijakan yang tidak terpecahkan dalam masalah kebijakan, tetapi menciptakan masalah baru.     Pemahaman serta pengkajian dalam analisis publik tentunya dilakukan secara analitis yang berarti setiap komponen pembentuk dari kebijakan itu sendiri haruslah terwujudw sehingga dapat diselidiki satu persatu secara holistik. Bahkan analisis kebijakan publik juga menjadi studi atau disiplin ilmu yang berkembang sebagai akibat dari berbagai kekurangannya yang dapat berdampak pada kepentingan publik.    Se...