TUGAS TERSTRUKTUR
MAKALAH BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
PEMBELAJARAN FISIKA YANG INOVATIF
OLEH:
AGANTINA VENALIA
( F1051171045)
DOSEN PENGAMPU:
DR. HARATUA TIUR
MARIA,S M.Pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2018
BAB I
PENDAHULUAN
Proses pembelajaran
merupakan proses komunikasi antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa, siswa
dengan sumber belajar dalam mencapai tujuan pembelajaran, sedangkan yang
menjadi masalah adalah bagaimana proses komunikasi itu berjalan efektif agar
pesan yang ingin disampaikan dapat diterima secara utuh. Guru dituntut untuk
mempunyai kemampuan dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan siswa sehingga
memudahkan siswa untuk menerima pesan yang disampaikan oleh guru.
Pembelajaran fisika bertujuan agar siswa
mampu menguasai berbagai konsep dan prinsip fisika untuk mengembangkan
pengetahuan, serta keterampilan berhitung sehingga dapat diterapkan dalam
kehidupan sehari-hari. Pembelajaran fisika juga dimaksudkan untuk pembentukan
sikap positif terhadap fisika, yaitu merasa tertarik untuk mempelajari fisika
lebih lanjut. Banyak siswa yang dalam kenyataannya tidak tertarik pada
pembelajaran fisika, hal ini terlihat pada proses pembelajaran berlangsung.
Siswa beranggapan bahwa fisika itu sulit karena banyak teori dan rumus-rumus
yang harus dipelajari, hal ini berdampak pada rendahnya prestasi siswa terhadap
pelajaran fisika sehingga siswa sering mengalami kesulitan dalam menyelesaikan
soal-soal yang diberikan oleh guru.
Pembelajaran inovatif adalah
pembelajaran yang dikemas oleh pebelajar atas dorongan gagasan barunya yang
melakukan langkah-langkah belajar, sehingga memperoleh kemajuan hasil belajar.
Dalam konteks program belajar mengajar, program pembelajaran yang
inovatif dapat berarti program yang dibuat sebagai upaya mencari
pemecahan suatu masalah. Itu disebabkan, karena program pembelajaran
tersebut belum pernah dilakukan atau program pembelajaran yang sejenis
sedang dijalankan akan tetapi perlu perbaikan. Program pembelajaran yang
sifatnya memperbaiki program pembelajaran sebelumnya yang tidak memuaskan,
hasilnya dapat digolongkan inovatif karena mencoba untuk memecahkan masalah
yang belum terpecahkan.Secara garis besar bahwa program pembelajaran inovatif
adalah program pembelajaran yang langsung memecahkan permasalahan yang sedang
dihadapi oleh kelas berdasarkan kondisi kelas.
Oleh sebab itu, guru di tuntut untuk dapat
menerapkan suatu strategi atau metode baru/inovasi baru untuk memampukan siswa
agar dapat mengetahui konsep dasar fisika dan penerapannya yang dihasilkan
untuk menciptakan Pembelajaran yang kondusif.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Pengertian Pembelajaran Inovatif
Kata “inovatif” berasal dari kata sifat bahasa inggris inovtive. Kata ini
berakar Dari kata kera to inovative yang mempunyai arti menemukan (sesuatu yang
baru). Oleh karena itu Pembelajaran inovatif dapat diartikan sebagai Pembelajaran
yang dirancang oleh guru, yang sifatnya baru, tidak seperti biasanya dilakukan
dan bertuuan untuk memfasilitasi siswa dalam membangun pengetahuan sendiri
dalam rangka proses perubahan perilaku ke arah yang lebih baik sesuai dengan
potensi dan perbedaan yang dimiliki siswa (Darmadi, 2017).
Pembelajaran inovatif adalah Pembelajaran
yang dikemas oleh siswa atas dorongan barunya yang merupakan produk dari
learning how to learn untuk melakukan langkah-langkah belajar, sehingga
memperoleh kemauan hasil belajar. Dalam konteks program belajar mengajar, program Pembelajaran yang
inovatif dapat berarti program yang dibuat sebagai upaya mencari pemecahan
suatu masalah. Itu disebabkan,karena program Pembelajaran tersebut belum pernah
dilakukan atau program Pembelajaran yang sejenis inovatif juga mengandung arti
pembelajaran yang dikemas oleh guru atau instruktur lainnya yang merupakan
wujud gagasan atau teknik yang dipandang baru agar mampu menfasilitasi siswa
untuk memperoleh kemajuan dalam proses dan hasil belajar sekolah (Hamalik, 2004).
Pembelajaran
inovatif bisa mengadaptasi dari model pembelajaran yang menyenangkan. “Learning is fun” merupakan
kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif.Jika siswa sudah menanamkan
hal ini di pikirannya tidak akan ada lagi siswa yang pasif di kelas, perasaan
tertekan, kemungkinan kegagalan, keterbatasan pilihan, dan tentu saja rasa
bosan. Membangun metode pembelajaran inovatif sendiri bisa dilakukan dengan
cara diantaranya mengukur daya kemampuan
serap ilmu masing-masing orang sedang dijalankan akan tetapi perlu perbaikan.
Program Pembelajaran yang sifatnya memperbaiki program Pembelajaran sebelumnya
yang tidak memuaskan, hasilnya dapat digolongkan inovatif karena mencoba untuk
memecahkan masalah yang belum terpecahkan. Secara garis besar bahwa program Pembelajaran
inovatif adalah program Pembelajaran yng langsung memecahkan permasalahan yang
sedang dihadapi oleh kelas berdasarkan kondisi kelas. Pada gilirannya program Pembelajaran
tersebut akan memberi sumbangan terhadap usaha peningkatan mutu sekolah
(Hamalik, 2004).
B. Konsep Pembelajaran Fisika Yang Inovatif
Perubahan pada tahap awal para guru memiliki motivasi dan sikap ingin berubah
untuk mendapatkan sesuatu yang baru, karena inti dari pengertian inovasi itu
sendiri adalah guru harus memiliki sikap kreatif. Kreatif dalam artian merespon
berbagai perubahan yang ada, karena setiap adanya perubahan akan selalu
diiringi oleh berbagai cara untuk melaksanakannnya proses belajar mengajar.Menanggapi perubahan
yang terjadi disebabkan oleh adanya kesadaran seseorang terhadap kekurangan
cara yang dimilikinya seperti dalam kegiatan belajar mengajar, mulai dari
penetapan tujuan pembelajaran, pemilihan materi ajar, pemilihan pendekatan,
media, metode, dan sistem penilaian. bahwa inovasi yang dilakukan oleh seorang
guru lebih ditekankan pada kegiatan mengajar, karena ia diserahi tugas dan
wewenang mengelola kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran yang
telah ditetapkan. Dalam konteks ini kegiatan guru lebih dari pekerjaan seorang
profesional umumnya, karena ia dituntut bukan hanya
ahli pada bidangnya tetapi juga harus mampu mengelola pembelajaran dalam lingkungan
proses belajar mengajar (K,komalasari,
2010).
C.
Teori Yang Mendasari Pembelajaran Inovatif
Adapun Beberapa teori
dalam pembelajaran inovatif diantaranya:
1. Teori Kognitif
Teori yang mengandalkan pikiran dan konsep dasar yang dimiliki
oleh peserta didik, namun dalam proses
pembelajaran mampu mengelaborasi dalam mengembangkan konsep yang diberikan pada
peserta didik dan memecahkan masalah yang ada dikelas (Trianto, 2007).
2. Teori humanistik
Teori yang mengandalkan komunikasi dengan individu lainnya,
karena manusia akan membutuhkan 4 fase
dalam belajar yaitu : perhatian, retensi, reproduksi, dan motivasi
(Wahyuari, 2012).
3. Teori gestalt
Teori yang memandang dalam proses belajar mengajar yang
merupakan fasilitas dari potensi yang dimiliki oleh peserta didik dalam
belajar, sehingga munculnya motivasi yang berupa pengalaman pada diri anak itu
sendiri ( Ismail, 2003).
BAB III
PEMBAHASAN
Dalam dunia pendidikan terdapat beberapa
istilah inovasi yang harus diketahui oleh calon pendidik, sebagaimana biasanya
inovasi sendiri diartikan sebagai ide, barang,
kejadian, metode yang dirasakan atau diamati sebagai suatu hal yang baru bagi
seseorang atau sekelompok orang atau masyarakat. Ketika
mendengar kata inovasi, yang muncul di benak kita barang kali sesuatu yang
bersifat baru, unik dan menarik.
Pembelajaran
inovatif yaitu pembelajaran yang langsung memecahkan masalah yang sedang
dihadapi oleh kelas, berdasarkan kondisi kelas.jadi pembelajaran inovatif
adalah pembelajaran yang berorientasi pada strategi, metode atau upaya
menigkatkan semua kemampuan positif dalam proses pengembangan potensi atau
kemampuan siswa dan peran siswa sebagai pihak yang paling aktif, dan guru
sebagai pembimbing, dalam kegiatan pembelajaran siswa.
Begitu pula yang saat
ini dapat kita lihat beberapa masalah yang dihadapi siswa disekolah khususnya
tentang pembelajaran fisika yang begitu sulit untuk dimengerti, Mengapa
hal ini bisa terjadi? Banyak dari siswa menganggap bahwa fisika itu tidak
menyenangkan, fisika adalah sebuah “Hantu disiang hari” yang sangat menakutkan.
Salah satu penyebab yang membuat pelajaran fisika begitu sulit dimengerti oleh
siswa adalah bahwa pelajaran fisika yang mereka terima ketika belajar
disekolah, kurang begitu menarik, kebanyakan materi yang disampaikan oleh guru
lebih pada teori jauh dari permasalahan sehari-sehari dalam kehidupan nyata,
sehingga terkesan fisika hanyalah abstrak belak dan penuh dengan rumus-rumus
Hal inilah yang menjadi salah satu permasalahan mengapa fisika sulit dimengerti oleh siswa, khususnya siswa SMA. Citra fisika dimata siswa menjadi tidak baik, mereka lebih tertarik kepada pelajaran yang umumnya memuat materi yang menarik, yang sesuai dengan kehidupan nyata. Sehingga peran siswa dalam kegiatan belajar mengajar menjadi sangat kurang, mereka tidak lagi aktif, namun hanya mendengar apa yang dijelaskan oleh guru didepan papan tulis, dan belum tentu apa yang mereka dengar, bisa mereka pahami. Untuk memperbaiki citra fisika dimata siswa menjadi fisika yang menyenangkan, fisika yang bersahabat, fisika yang kontekstual, fisika yang aktif, fisika yang kreatif, fisika yang inovatif, fisika yang efektif, maka tugas guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran fisika, harus mengetahui hal-hal apa saja yang harus dilakukan, bisa membawa siswa untuk dapat mengerti dan memahami fisika dengan cara yang menyenangkan.
Pembelajaran inovatif bisa mengadaptasi dari model pembelajaran yang menyenangkan. “Learning is fun” merupakan kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif. Jika siswa sudah menanamkan hal ini di pikirannya tidak akan ada lagi siswa yang pasif di kelas, perasaan tertekan dengan tenggat waktu tugas, kemungkinan kegagalan, keterbatasan pilihan, dan tentu saja rasa bosan.Membangun metode pembelajaran inovatif sendiri bisa dilakukan dengan cara diantaranya mengakomodir setiap karakteristik diri. Artinya mengukur daya kemampuan serap ilmu masing-masing orang. Contohnya saja sebagian orang ada yang berkemampuan dalam menyerap ilmu dengan menggunakan visual atau mengandalkan kemampuan penglihatan, kemampuan mendengar, dan kinestetik. Dan hal tersebut harus disesuaikan pula dengan upaya penyeimbangan fungsi otak kiri dan otak kanan yang akan mengakibatkan proses renovasi mental, diantaranya membangun rasa percaya diri siswa.
Kreatif dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya pada proses pembelajaran akan lebih fokus.
Menurut hasil penelitian, tingginya waktu perhatian terbukti meningkatkan hasil belajar. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif, yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung, sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif, maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa.Dalam proses belajar mengajar agar didapatkan suatu hasil yang maksimal maka diperlukan suatu teknik pembelajaran yang efisien dan afektif sehingga tidak mengahabiskan waktu yang lama dan bertele-tele yang kadang hasilnya kurang memuaskan.
Pembelajaran inovatif merupakan pembelajaran yang dikemas oleh peelajar atas dorongan gagasan barunya yang merupakan produk dari learning how to learn untuk melakukan langkah-langkah belajar, sehingga memperoleh kemajuan hasil belajar.
Materi kesetimbangan benda tegar merupakan salah satu materi yang diberikan di kelas XI semester dua (2). Materi ini menurut siswa merupakan materi yang sulit untuk dipahami. Untuk lebih merangsang siswa berpikir aplikasi dari pembelajaran titik berat, guru memberikan stimulus pertanyaan-pertanyaan yang merangsang berpikir siswa. “Mengapa pemain acrobat yang ditumpuk menjadi satu tidak jatuh?’ “Mengapa sebuah gedung yang bentuknya tidak teratur tidak roboh?’Salah satu metode pembelajaran inovatif yang dilaksanakan oleh guru adalah melalui suatu kegiatan untuk menentukan titik berat benda. Benda dua dimensi yang digunakan adalah benda yang memiliki berbagai bentuk seperti kupu-kupu, kastil, gedung dan lain sebagainya. Seluruh kegiatan siswa yang mempersiapkan dan melaksanakannya. Bentuk benda sesuai keinginan dan kreatifitas setiap siswa dan dihasilkan bentuk benda yang berbeda-beda.Setelah siswa membuat bentuk benda yang akan dicari titik beratnya, selanjutnya siswa melakukan pengukuran menentukan titik berat Benda yang akan ditentukan titik beratnya digantungkan. Titik berat diperoleh dari resultan gaya berat setiap partikel.Hasil setiap titik berat benda kemudia ditempel pada satu lembar kertas sebagai laporan praktikum Setelah melakukan pembelajaran yang inovatif, siswa menjadi lebih paham mengenai titikberat.
Hal inilah yang menjadi salah satu permasalahan mengapa fisika sulit dimengerti oleh siswa, khususnya siswa SMA. Citra fisika dimata siswa menjadi tidak baik, mereka lebih tertarik kepada pelajaran yang umumnya memuat materi yang menarik, yang sesuai dengan kehidupan nyata. Sehingga peran siswa dalam kegiatan belajar mengajar menjadi sangat kurang, mereka tidak lagi aktif, namun hanya mendengar apa yang dijelaskan oleh guru didepan papan tulis, dan belum tentu apa yang mereka dengar, bisa mereka pahami. Untuk memperbaiki citra fisika dimata siswa menjadi fisika yang menyenangkan, fisika yang bersahabat, fisika yang kontekstual, fisika yang aktif, fisika yang kreatif, fisika yang inovatif, fisika yang efektif, maka tugas guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran fisika, harus mengetahui hal-hal apa saja yang harus dilakukan, bisa membawa siswa untuk dapat mengerti dan memahami fisika dengan cara yang menyenangkan.
Pembelajaran inovatif bisa mengadaptasi dari model pembelajaran yang menyenangkan. “Learning is fun” merupakan kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif. Jika siswa sudah menanamkan hal ini di pikirannya tidak akan ada lagi siswa yang pasif di kelas, perasaan tertekan dengan tenggat waktu tugas, kemungkinan kegagalan, keterbatasan pilihan, dan tentu saja rasa bosan.Membangun metode pembelajaran inovatif sendiri bisa dilakukan dengan cara diantaranya mengakomodir setiap karakteristik diri. Artinya mengukur daya kemampuan serap ilmu masing-masing orang. Contohnya saja sebagian orang ada yang berkemampuan dalam menyerap ilmu dengan menggunakan visual atau mengandalkan kemampuan penglihatan, kemampuan mendengar, dan kinestetik. Dan hal tersebut harus disesuaikan pula dengan upaya penyeimbangan fungsi otak kiri dan otak kanan yang akan mengakibatkan proses renovasi mental, diantaranya membangun rasa percaya diri siswa.
Kreatif dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya pada proses pembelajaran akan lebih fokus.
Menurut hasil penelitian, tingginya waktu perhatian terbukti meningkatkan hasil belajar. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif, yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung, sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif, maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa.Dalam proses belajar mengajar agar didapatkan suatu hasil yang maksimal maka diperlukan suatu teknik pembelajaran yang efisien dan afektif sehingga tidak mengahabiskan waktu yang lama dan bertele-tele yang kadang hasilnya kurang memuaskan.
Pembelajaran inovatif merupakan pembelajaran yang dikemas oleh peelajar atas dorongan gagasan barunya yang merupakan produk dari learning how to learn untuk melakukan langkah-langkah belajar, sehingga memperoleh kemajuan hasil belajar.
Materi kesetimbangan benda tegar merupakan salah satu materi yang diberikan di kelas XI semester dua (2). Materi ini menurut siswa merupakan materi yang sulit untuk dipahami. Untuk lebih merangsang siswa berpikir aplikasi dari pembelajaran titik berat, guru memberikan stimulus pertanyaan-pertanyaan yang merangsang berpikir siswa. “Mengapa pemain acrobat yang ditumpuk menjadi satu tidak jatuh?’ “Mengapa sebuah gedung yang bentuknya tidak teratur tidak roboh?’Salah satu metode pembelajaran inovatif yang dilaksanakan oleh guru adalah melalui suatu kegiatan untuk menentukan titik berat benda. Benda dua dimensi yang digunakan adalah benda yang memiliki berbagai bentuk seperti kupu-kupu, kastil, gedung dan lain sebagainya. Seluruh kegiatan siswa yang mempersiapkan dan melaksanakannya. Bentuk benda sesuai keinginan dan kreatifitas setiap siswa dan dihasilkan bentuk benda yang berbeda-beda.Setelah siswa membuat bentuk benda yang akan dicari titik beratnya, selanjutnya siswa melakukan pengukuran menentukan titik berat Benda yang akan ditentukan titik beratnya digantungkan. Titik berat diperoleh dari resultan gaya berat setiap partikel.Hasil setiap titik berat benda kemudia ditempel pada satu lembar kertas sebagai laporan praktikum Setelah melakukan pembelajaran yang inovatif, siswa menjadi lebih paham mengenai titikberat.
Berdasarkan implementasi pembelajaran fisika yang inovatif tersebut.
Terdapat suatu teori pendukung dalam pengembangan pembelajaran terhadap siswa
oleh guru. Diantaranya;
terdapat teori kognitif yang menjadi
acuan,bahwa adanya perilaku yang muncul pada siswa melalui suatu proses yang
bermakna yang menghubungkan peristiwa atau butir baru pada aspek kognitif yang
ada. Teori kognitif inilah yang lebih mengandalkan pikiran dan konsep dasar
yang dimiliki siswa dalam mempelajari fisika.kognitif amat menjauhi model menghafal rumus. Karena tiap proses pembelajaran
haruslah bermakna yang mampu mengelaborasi kognisi siswa.Kemudian, terdapat teori Humanistik yang dalam proses
belaar tidak hana teradi karena seseorag mendapatkan stimulus tetapi terjadi karena adanya suatu komunikasi
dengan individu lainnya. Proses belajar teradi karena komunikasi persoal,dalam
diri siswa teradi transaksi akibat komunikasi dua arah atau lebih yang
masig-masing mendapatkan kesempatan,baik selaku guru maupun siswa atarpersonal.
Sehingga penyampaian materi dalam proses pembelajaran adanya hubungan timbal
balik. Yang
ketiga teori gestalt ,teori ini
memandang undur-unsur yang terlibat dalam proes belajar tidak terpisahkan tetapi merupakan totslitas dalam
membentuk medan belajar,sehingga teradi perubahan tingkah laku yang merupakan
indikator hasil belajar
yang diperoleh,selain itu motivasi atau dorongan yang diberikan guru pada siswa
merupakan faktor penting dalam pembelajaran. Untuk mendorong setiap individu
berperilaku,munculnya motivasi uga karena terdapat daya tarik yang membuat
siswa lebih merasakan hal yang menyenangkan.
Kegiatan yang telah dilaksanakan oleh siswa
merupakan aplikasi “Learning is fun” dimana siswa mendapatkan pemahaman yang
lebih konkret. Berdasarkan kegiatan pembeljaran inovatif yang telah siswa
lakukan dapat diambil kesimpulan bahwa pembelajaran inovatif memiliki
keunggulan antara lain:
1. Melatih
siswa untuk mendesain suatu penemuan.
2. Berpikir
dan bertindak kreatif.
3. Memecahkan
masalah yang dihadapi secara realistis
4. Mengidentifikasi
dan melakukan penyelidikan.
5. Menafsirkan
dan mengevaluasi hasil pengamatan.
6. Merangsang
perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi
dengan tepat.
7. Dapat
membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan, khususnya dunia
kerja.
Berdasarkan yang telah disamapaikan diatas, dapat
diambil kesimpulan bahwa melalui pembelajaran inovatif menjadikan pembelajaran
Fisika lebih fun, kreatif, bermakna dan merangsang perkembangan kemajuan
berfikir siswa. Siswa menjadi lebih berminat dan menyukai Fisika jika guru
lebih kreatif dalam menggunakan metode-metode pembelajaran.
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Suatu proses pembelajaran yang telah diuraikan
dalam makalah ini, merupakan suatu paradigma baru yang sangat perlu bagi kita khususnya
sebagai guru dan calon guru untuk mengembangkan model pembelajaran yang
berorientasi pada model pembelajaran Inovatif. Pembelajaran inovatif merupakan
suatu konsep pembelajaran yang sangat menekankan pada pentingnya partisipasi
aktif dari siswa dalam mempelajari suatu kompetensi yang hendak mereka kuasai,
guru bertindak sebagai fasilitator yang juga berperan penting dalam merancang
pembelajaran yang menyenangkan dan bisa mengangkat dan mengembangkan
kreatifitas siswa, melalui pembelajaran inovatif menjadikan pembelajaran
Fisika lebih fun, kreatif, bermakna dan merangsang perkembangan kemajuan
berfikir siswa. Siswa menjadi lebih berminat dan menyukai Fisika jika guru
lebih kreatif dalam menggunakan metode-metode pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA
Darmadi, 2017, Pengembangan
Metode pembelajaran Dalam Dinamika Belajar Siswa,
Jakarta :
Depublish.
Hamalik , Oemar.
2004.
Inovasi Pendidikan ; Perwujudannya dalam sistem pendidikan
Nasional. Bandung: YP. Permindo.
Ismail. 2003. Model-Model
Pembelajaran. Jakarta: Dit. Pendidikan Lanjutan Pertama.
K,
Komalasari, 2010, Pembelajaran kontekstual : Konsep dan Aplikasi. Bandung: Refika
Aditama.
Trianto.
2007. Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasikan Konstruktivistik.
Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher.
Wahyuari,Sartono. 2012, Metode Pembelajaran Inovatif.Jakarta : Grasindo.


semoga dapat bermanfaat Bagi pembaca
BalasHapus