Langsung ke konten utama

Model Tata Kelola Agile Management Untuk Menguatkan Kebijakan Riset dan Inovasi


Lingkup Proyek Perubahan:

Pengembangan tata kelola agile management dengan fokus pada optimalisasi layanan dalam mewujudkan evidence based-policy, termasuk regulasi, instrumen dan langkah langkah sosialisasi peningkatan kapasita pelaksana fungsi

Pendekatan Proyek Perubahan
  • Thingking Ahead, untuk penyususnan konsep agile management dalam harmonisasi dan sinkronisasi tugas dan fungsi layanan kebijakan.
  • Thingking Again, untuk menemukan konsep evidence based-policy pada kebijakan riset dan inovasi.
  • Thingking Across, untuk mendapatkan rumusan proses bisnis yang optimal dan dapat dilaksanakan.
Trobosan Model Tata Kelola Agile Management fokus pada :
  1. Able people
  2. Agile process
  3. Adapdive policies
Melalui upaya :
  1. Thingking Ahead
  2. Thingking Again
  3. Thingking Across
Trobosan Baru :

 Model tata kelola Agile Management proyek perubahan (jangka pendek).
  1. Tersedianya rancangan Agile Management mencakup proses bisnis dan tatakeola perumusan kebijakan berbasis bukti.
  2. Tersusunnya pengembangan instrumen evidence based-policy.
  3. Penyusunan peraturan tata kelola dasar penerapan evidence based-policy
Model tata kelola Agile Management proyek perubahan (jangka panjang).

terlaksananya penerapan evidence based- policy dalam perumusan kebijakan dalam mendukung pembangunan kebijakan riset dan inovasi. Implementasi tata kelola agile management yang mengedepankan evidence based-policy dalam perumusan kebijakan riset dan inovasi.

Adapun output dan outcome yang menjadi perhatian :

Output proyek perubahan :
  • Perubahan  tata kelola oleh pimpinan dalam penerapan evidence based- policy.
  • Pedoman panduan kinerja.
  • Instrumen penerapan evidence based- policy.
Outcome proyek perubahan :
  • Efisiensi anggaran
  • Perencanaan pembangunan nasional, riset dan inovasi menjadi landasan.
  • Pendekatan mewujudkan evidence based- policy instrumen laboraturium kebijakan.


Instrumen Adaptive Policies :
  1. Tata kelola pemetaan kebutuhan dan isu.
  2. Tata kelola perumusan kebijakan.
  3. Tata kelola layanan indikator dan data dasar.
  4. Tata kelola evaluasi kebijakan










Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penulisan Policy Brief dan Policy Paper serta Pentingnya Komunikasi dalam Kebijakan

Mengapa policy brief atau policy paper itu penting ? Policy brief atau policy pape r diartikan sebagai jembatan komunikasi, seorang policy analyst setelah menemukan data ( evidance ) yang perlu diberikan dan disampaikan kepada policy maker. Agar tidak hanya menghasilkan  policy paper , tetapi perlu menjadi tindak lanjut dan respon dari policy maker.   Bagaimana seorang policy analyst menghasilkan jembatan komunikasi ? Dalam hal ini policy analyst perlu memahami dan memiliki pengetahuan tentang policy stakeholder terkait dengan isu tertentu seperti (siapa yang terlibat, kedudukan, dll).  Policy analyst juga harus bisa melihat keterkaitan isu dengan lingkungan-lingkungan strategik. Seorang analis kebijakan harus mampu mengevaluasi atau kebijakan existing selama proses berjalan untuk melihat seperti apa hasilnya, dampaknya, bagaimana kinerja policy analyst dan mampu memberikan skor pelaksanaan kebijakan. Policy analyst juga harus mampu memberikan pilihan atau alte...

STAKE'S MODEL

RINGKASAN PERKULIAHAN MODEL EVALUASI STAKE'S Pendahuluan Evaluasi informal : evaluasi yang dikenali dari ketergantungannya pada observasi sepintas lalu, tujuan yang implisit, norma-norma intuitif dan judgement subyektif. Evaluasi formal: evaluasi yang dikenali dari ketergantungan pada cek list struktur visi panduan, dikontro/ dikedalikan dan standarisasi tes siswa. Menekankan pada evaluasi formal : dipandang dapat memberikan sumbangan yang potensial pada program pendidikan. Evaluasi formal dapat dididentifikasikan secara rinci kondisi-kondisi yang mengawali aktivitas (antecedent condition), transaksi-transaksi di dalam kelas (classroom transaction)  dalam keterkaitannya dengan acholastic outcome. Evaluasi formal dapat dipergunakan untuk merefleksikan kesempurnaan, kompeksitas dan penting tidaknya suatu program pendidikan. Aspek-aspek Program yang Dievaluasi Tahap awal (antecedent phase), periode sebelum program diterapkan, mecakup peristiwa dan kondisi yang mungkin berkaitan dengan...
       Pada kesempatan ini, saya akan membagikan salah buku “wajib” untuk persiapan olimpiade fisika tingkat SMA/MA. Ini merupakan buku yang sangat saya rekomendasikan. Tidak jarang soal-soal yang ada disini keluar ketika KSN tingkat kota, provinsi, maupun nasional. Ingat, tak jarang ada anak yang berhasil di KSN karena soal yang dia dapat ketika ujian pernah ia kerjakan sebelumnya sehingga dapat mengerjakan dengan tepat dan efektif. David Morin - Introduction to Classical Mechanics Buku ini sangat cocok untuk persiapan KSN tingkat kota sampai provinsi, karena mekanika yang dipelajari cukup mendalam dan variasi soalnya merupakan model-model soal yang sering keluar di olimpiade. Secara garis besar, buku ini terdiri dari 14 bab, yaitu: 1 . Strategi umum untuk memecahkan permasalahan mekanika. 2. Kesetimbangan, meliputi kesetimbangan gaya dan torsi. 3. Penggunaan F=ma, yang merupakan penerapan dari Hukum II Newton. 4. Osilasi, meliputi osilasi harmonik, ...