Langsung ke konten utama

STUDI REKOMENDASI KEBIJAKAN



Berdasarkan rangkungan (summary) materi perkuliahan yang sudah didapat kaitan dengan rekomendasi kebijakan guna untuk meyakinkan bahwa sebuah rekomendasi yang feasible dan acceptable untuk di implementasikan penting dilakukan analisis stakeholder dan parameter sebuah organisasi, lembaga dan instansi.

Adapun beberapa aktivitas studi rekommendasi:
1. Analisis parameter implementasi dalam studi rekomendasi.
2. Asesmen pada dampak potensial dari rekomendasi.
3. Mengestimasi kemungkinan rekomendasi akan tepat ketika diimplementasikan.
4. Menyiapkan rekomendasi final.

Bagaimana cara kita dapat menganalisis Stakeholder ???

Pastinya dengan cara mendaftar stakeholder ini sebagai persiapan kegiatan. Stakeholder yang dimaksud meliputi decision maker, dan influencer merupakan orang yang mencoba mempengaruhi kebijakan.

Stakeholder memiliki 3 dimensi, yaitu:
  1. Sumber daya yang dimiliki oleh Stakeholder: Wealth, politik yang sopisticated, jumlah anggota.
  2. Kemampuan stakeholder memobilisasi massa (khalayak): Kohesi internal, konsensus, kepemimpinan.
  3. Akses stakeholder terhadap pembuatan keputusan: peluang membagi informasi dan opini secara langsung pada decision maker tanpa intervensi individual lain.
Secara Spesifik Struktur Kekuasaan Memberikan Sistem Pada Empat Karakteristik yang Dimiliki Stakeholder.

  1. Mengidentifikasi stakeholder kunci.
  2. Arah dukungan stakeholder atau oposisi pada rekomendasi.
  3. Kekuatan relatif stakeholder pada decision maker kunci.
  4. Kemungkinan dukungan dari decision maker kunci untuk mengimplementasikan rekomendasi, power dan opini yang given dari stakeholder.
Kemudian, Bagaimana cara kita dapat menganalisis parameter organisasi ?
  1. Dilihat dari struktur organisasi implementasi.
  2. Sumberdaya yang dibutuhkan untuk implementasi.
  3. Kebutuhan mekanisme kebijakan untuk mendorong implementasi.
setelah menganalisis bagaimana stakeholder dan parameter sebuah organisasi penting bagi kita sebagai analis kebijakan memprediksi dampak potensial dari sebuah rekomendasi yang jika diimplementasikan dan jika tidak diimplementasikan.
  1. Kemungkinan dampak yang diharapkan dan yang tidak diharapkan dari rekomendasi kebijakan.
  2. kemungkinan dampak interaktif dari kebijakan pada kebijakan dan program yang lain.
  3. Arah yang harus diikuti jika rekomendasi tidak implementatif. Maka harus menyediakan alternatif.
Mengestimasi Probabilitas dari Implementasi.
Penilaian secara umum terhadap :
  1. Struktur kekuayan stakeholder yang mendasari rekomendasi.
  2. keterlibatan struktur organisasi dalam implementasi rekomendasi.
  3. konsekuensi potensial dari rekomendasi jika diimplementasikan atau tidak diimplementasikan.
Dengan begitu innformasi tersebut peneliti membuat estimasi probabilitas implementasi secara subyektif. Hal ini merupakan statement mengenai peluang atau kesempatan bahwa rekomendasi cukup feasible dan acceptable untuk diimplementasikan secara memadai. Probabilitas rekomendasi akan efektif jika implementasi dilakukan secara tepad dan seharusnya dapat dan mampu menjadi solusi.

Menyiapkan Rekomendasi Final
  • Menilai apakah probabilitas rekomendasi memiliki peluang berdampak secara luas terhadap permasalahan sosial yang menjadi tujuan. 
  • Jika kemungkinan itu kurang atau rendah maka :
  1. Menerima probabilitas yang rendah.
  2. Mengubah tujuan rekomendasi
  3. Memodifikasi rekomendasi
Kerangka Membuat Policy Brief
  1. Analisis situasi berbasis data kuantitatif
  2. Identifikasi Masalah
  3. Rumusan masalah
  4. Kajian pustaka
  5. Analisis studi rekomendasi dan analisis SWOT
  6. Rekomendasi final
  7. Daftar Pustaka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penulisan Policy Brief dan Policy Paper serta Pentingnya Komunikasi dalam Kebijakan

Mengapa policy brief atau policy paper itu penting ? Policy brief atau policy pape r diartikan sebagai jembatan komunikasi, seorang policy analyst setelah menemukan data ( evidance ) yang perlu diberikan dan disampaikan kepada policy maker. Agar tidak hanya menghasilkan  policy paper , tetapi perlu menjadi tindak lanjut dan respon dari policy maker.   Bagaimana seorang policy analyst menghasilkan jembatan komunikasi ? Dalam hal ini policy analyst perlu memahami dan memiliki pengetahuan tentang policy stakeholder terkait dengan isu tertentu seperti (siapa yang terlibat, kedudukan, dll).  Policy analyst juga harus bisa melihat keterkaitan isu dengan lingkungan-lingkungan strategik. Seorang analis kebijakan harus mampu mengevaluasi atau kebijakan existing selama proses berjalan untuk melihat seperti apa hasilnya, dampaknya, bagaimana kinerja policy analyst dan mampu memberikan skor pelaksanaan kebijakan. Policy analyst juga harus mampu memberikan pilihan atau alte...

REVITALISASI PENDIDIKAN VOKASI MELALUI INOVASI SISTEM PENILAIAN KECAKAPAN

  Pendahuluan    Pada saat ini dengan berkembangnya informasi, komputasi, otomasi, dan komunikasi yang merambah dalam segala aspek kehidupan manusia di semua belahan dunia. Hal ini tentunya berdampak pada pendidikan, dimana dalam proses pembelajarannya hendaknya disesuaikan dengan kemajuan dan tuntutan zaman. Dunia kerja menuntut perubahan kompetensi yang harus dimiliki peserta didik. Kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, berkomunikasi dan berkolaborasi menjadi kompetensi penting dalam memasuki kehidupan abad 21.      Pembentukan kompetensi di sekolah mengandalkan kurikulum yang diselaraskan dengan tuntutan dunia masa depan anak yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri, agar dapat terserap di dunia kerja. Kurikulum yang dikembangkan oleh sekolah dituntut untuk merubah pendekatan pembelajaran dan sistem penilaiannya yang berpusat pada guru/pendidik ( teacher centered learning ) menjadi pendekatan pembelajaran yang berpusat pad...

Analisis Kebijakan Publik Identifikasi dan Seleksi

     Analisis kebijakan publik adalah pemahaman akan suatu kebijakan atau pengkajian untuk merumuskan suatu kebijakan (Nugroho dalam Pasolong, 2019, hlm. 50). Dengan demikian, selain untuk merumuskan suatu kebijakan, analisis publik juga dapat digunakan untuk memahami seperti apa suatu kebijakan publik itu. Mengapa diperlukan analisis kebijakan publik ? Hal tersebut dipicu oleh banyaknya kebijakan publik yang dianggap kurang memuaskan karena begitu banyak kebijakan yang tidak terpecahkan dalam masalah kebijakan, tetapi menciptakan masalah baru.     Pemahaman serta pengkajian dalam analisis publik tentunya dilakukan secara analitis yang berarti setiap komponen pembentuk dari kebijakan itu sendiri haruslah terwujudw sehingga dapat diselidiki satu persatu secara holistik. Bahkan analisis kebijakan publik juga menjadi studi atau disiplin ilmu yang berkembang sebagai akibat dari berbagai kekurangannya yang dapat berdampak pada kepentingan publik.    Se...