Langsung ke konten utama

Problematika Pendidikan Nasional Terkait Dengan Kebijakan Pendidikan

 

Gambar 1.1 Education

          Pertama, kebijakan pendidikan cenderung diskriminatif. Contoh : pemerintah menjadikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berbanding 70:30 dengan Sekolah Menengah Atas (SMA), sehingga dari rasio tersebut berimbas dan melahirkan perbedaan prioritas pemerintah pada jenis sekolah. Kemudian terkait dengan kebijakan penyelenggaraan pendidikan yang Berstandar Internasional (RSBI) sebagai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional, yang membawa disparitas baru khususnya dalam memberikan sarana prasarana, walaupun dirasa telah dan diakui berkonstribusi positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan, tetapi secara konseptual terdapat gap yang besar dengan sekolah-sekolah yang berstandar nasional, lokal, dan regional.

        Kedua, Pendidikan berorientasi menciptakan tenaga kerja murah, sebagian pandangan menganggap sebagai kebijakan yang salah arah. Karena, hanya sebagai penyedia (Supply) tenaga kerja, bukan menjadi lokomotif penggerak ekonomi melalui "wirausaha"/ Entrepreneur yang mandiri. Selama ini, Indonesia hanya mampu mengekspor TKI yang identik dengan pekerja pembantu rumah tangga/buruh kasar, yang kualifikasinya memiliki pendidikan rendah.

Ketiga, pendidikan hanya mampu menciptakan lulusan yang cenderung menjadi pegawai negara. Lulusan masih banyak memiliki keterampilan yang belum cukup memadai, yang dibutuhkan dalam dunia kerja. Meningkatnya pengangguran intelektual di Indonesia diakibatkan para sarjana/diploma yang orientasinya kerja, bukan untuk menciptakan lapangan pekerjaan.

        Permasalahan tersebut terjadi sebenarnya dipicu oleh Kebijakan yang tidak tepat. Sehingga perlu adanya Reformasi atau inovasi baru. 
   
   Terdapat dua aspek yang menstimulasi adanya reformasi yaitu; Aspek internal, seperti kualitas pendidikan yang diselenggarakan. Aspek Eksternal, yaitu tuntutan perubahan global atau transformasi di era digital, pendidikan memerlukan penyesuaian sistem pendidikan yang disesuaikan dengan zaman dan perlu adanya regulasi khusus dalam menganalisis kebijakan dan keputusan yang baik.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penulisan Policy Brief dan Policy Paper serta Pentingnya Komunikasi dalam Kebijakan

Mengapa policy brief atau policy paper itu penting ? Policy brief atau policy pape r diartikan sebagai jembatan komunikasi, seorang policy analyst setelah menemukan data ( evidance ) yang perlu diberikan dan disampaikan kepada policy maker. Agar tidak hanya menghasilkan  policy paper , tetapi perlu menjadi tindak lanjut dan respon dari policy maker.   Bagaimana seorang policy analyst menghasilkan jembatan komunikasi ? Dalam hal ini policy analyst perlu memahami dan memiliki pengetahuan tentang policy stakeholder terkait dengan isu tertentu seperti (siapa yang terlibat, kedudukan, dll).  Policy analyst juga harus bisa melihat keterkaitan isu dengan lingkungan-lingkungan strategik. Seorang analis kebijakan harus mampu mengevaluasi atau kebijakan existing selama proses berjalan untuk melihat seperti apa hasilnya, dampaknya, bagaimana kinerja policy analyst dan mampu memberikan skor pelaksanaan kebijakan. Policy analyst juga harus mampu memberikan pilihan atau alte...

STAKE'S MODEL

RINGKASAN PERKULIAHAN MODEL EVALUASI STAKE'S Pendahuluan Evaluasi informal : evaluasi yang dikenali dari ketergantungannya pada observasi sepintas lalu, tujuan yang implisit, norma-norma intuitif dan judgement subyektif. Evaluasi formal: evaluasi yang dikenali dari ketergantungan pada cek list struktur visi panduan, dikontro/ dikedalikan dan standarisasi tes siswa. Menekankan pada evaluasi formal : dipandang dapat memberikan sumbangan yang potensial pada program pendidikan. Evaluasi formal dapat dididentifikasikan secara rinci kondisi-kondisi yang mengawali aktivitas (antecedent condition), transaksi-transaksi di dalam kelas (classroom transaction)  dalam keterkaitannya dengan acholastic outcome. Evaluasi formal dapat dipergunakan untuk merefleksikan kesempurnaan, kompeksitas dan penting tidaknya suatu program pendidikan. Aspek-aspek Program yang Dievaluasi Tahap awal (antecedent phase), periode sebelum program diterapkan, mecakup peristiwa dan kondisi yang mungkin berkaitan dengan...
       Pada kesempatan ini, saya akan membagikan salah buku “wajib” untuk persiapan olimpiade fisika tingkat SMA/MA. Ini merupakan buku yang sangat saya rekomendasikan. Tidak jarang soal-soal yang ada disini keluar ketika KSN tingkat kota, provinsi, maupun nasional. Ingat, tak jarang ada anak yang berhasil di KSN karena soal yang dia dapat ketika ujian pernah ia kerjakan sebelumnya sehingga dapat mengerjakan dengan tepat dan efektif. David Morin - Introduction to Classical Mechanics Buku ini sangat cocok untuk persiapan KSN tingkat kota sampai provinsi, karena mekanika yang dipelajari cukup mendalam dan variasi soalnya merupakan model-model soal yang sering keluar di olimpiade. Secara garis besar, buku ini terdiri dari 14 bab, yaitu: 1 . Strategi umum untuk memecahkan permasalahan mekanika. 2. Kesetimbangan, meliputi kesetimbangan gaya dan torsi. 3. Penggunaan F=ma, yang merupakan penerapan dari Hukum II Newton. 4. Osilasi, meliputi osilasi harmonik, ...