KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan
rahmat,karunia, serta taufik dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah ini dengan judul “Pemanfaatan
Limbah Tomat(Solanumlycopersicum) Sebagai Energi Listrik Alternatif”. Kami juga mengucapkan
terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dalam penyusunan makalah
ini.
Penyusunan makalah ini telah kami
selesaikan dengan lancar, tetapi kami menyadari bahwa penyusunan makalah ini
masih jauh dari kata sempurna, jadi kami mohon untuk memberikan masukan berupa kritik dan saran yang membangun demi
perbaikan dalam penyusunan tugas makalah ini.
Kami berharap tugas ini sangat
berguna dan membantu menyumbangkan pengetahuan tentang mata kuliah ini
khususnya bagi mahasiswa fisika, Terima kasih.
Pontianak,
………………
Penyusun
BAB 1
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
Listrik merupakan sumber energy
yang penting bagi kehidupan manusia. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia
sangat bergantung pada listrik. Pada umumnya listrik yang kita gunakan sehari-
hari diperoleh dari bahan bakar Bioetanol, yang sebenarnya memiliki banyak
dampak negative terhadap kelangsungan hidup manusia.
Belakangan ini timbul masalah
yang sangat krusial yaitu sulit untuk mendapatkan sumber daya alam yang di
butuhkan untuk energy pembangkit listrik yang berupa BBM,akibatnya BBM
terkadang menjadi barang langka,penyebab susahnya mendapatkan BBM yaitu karena
BBM termasuk sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui sehingga bila terus
menerus di gunakan maka BBM tersebut akan habis.Selain itu harga BBM juga cukup
mahal untuk masyarakat kalangan bawah yang juga sangat membutuhkan listrik.
Pemanfaatan limbah tomat
sebagai salah satu cara alternative yang berguna sebagai energy pembangkit
listrik. Tidak banyak orang yang menyadari bahwa limbah tomat bila dikelola dan
diolah dengan baik akan menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomis, salah
satunya sebagai energi listrik alternatif yang dihasilkan dari limbah sayur dan
buah tersebut. Energi listrik alternatif disini adalah sumber energi yang
dihasilkan dari bahan-bahan yang belum pernah dimanfaatkan secara luas. Saat
ini penelitian energi alternatif lebih ditekankan kepada energi alternatif yang
menggunakan bahan-bahan alami dan bersumber dari alam. Contohnya limbah tomat
yang sudah membusuk biasanya dihasilkan pasar. Manfaat besar yang dapat
dihasilkan dari limbah sayur dan buah adalah pemanfaatannya dalam bidang energi
listrik. Energi listrik merupakan energi yang sangat penting bagi kehidupan
manusia baik untuk kegiatan industri, kegiatan komersial maupun dalam kehidupan
rumah tangga sehari-hari. Cara membangkitkan
listrik dengan menggunakan limbah tomat baik secara alami akan diuraikan dalam
bab ini.
B. RUMUSAN
MASALAH
1.
Apa
senyawa yang terkandung dalam tomat yang berguna untuk energy pembangkit
listrik ?
2.
seberapa besar massa limbah
tomat yang bisa dimanfaatkan sebagai energi listrik alternatif ?
3.
seberapa besar daya atau
tegangan yang dihasilkan dari limbah tomat ?
C.
BATASAN MASALAH
Pada
penelitian ini, permasalahan dibatasi pada perancangan dan pembuatan baterai
dari buah tomat. Dalam pembuatan baterai buah dari tomat digunakan elektroda
positif tembaga (Cu) dan elektroda negatif timbal (Pb), seng (Zn) dan Alumunium
(Al). Untuk menghasilkan energi listrik, elektroda langsung ditancapkan ke
tomat.
D.
TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN
Tujuan dari
penelitian ini adalah :
1.
Mengetahui apa senyawa yang terkandung dalam tomat yang
berguna untuk energy pembangkit listrik
2.
Mengetahui
seberapa besar massa limbah sayur dan buah yang bisa dimanfaatkan sebagai
energi listrik alternatif yang dihasilkan di pasar Sungguminasa.
3.
Mengetahui
seberapa besar daya yang dihasilkan dari limbah sayur dan buah di pasar
Sungguminasa.
Manfaat
dari penelitian ini adalah :
a. Bagi peneliti :
1.
Dapat
mengaplikasikan ilmu kelistrikan yang diperoleh untuk dikembangkan lebih
lanjut.
2.
Mengetahui
manfaat lain dari limbah tomat
b.
Bagi masyarakat :
1.
menimbulkan
dampak positif terhadap kebersihan lingkungan.
2.
Menginformasikan
kepada masyarakat bahan limbah buah terutama tomat dapat menjadi sumber energi
alternatif.
BAB
II
KAJIAN
PUSTAKA
A.
PENGERTIAN TOMAT
Tomat (SolanumLycopersicum) merupakan komoditas
sayuran yang sangat merakyat, semua orang memerlukannya, tidak heran bila
permintaan tomat di pasaran sangat banyak jumlahnya, mulai dari pasar rakyat,
pasar swalayan, warung pinggir jalan, restoran, usaha catering, hotel, pabrik
saus, hingga pedagang asongan yang sehari-harinya membutuhkan tomat dalam
jumlah yang tidak sedikit. Sebagai akibatnya, daerah-daerah yang merupakan
sentra penanaman tomat local tidak mampu lagi memenuhi permintaan untuk skala
nasional yang bertambah dari tahun ke tahun.
Banyak varietas buah tomat,
seperti tomat buah yang berukuran besar, tomat sayur dengan ukuran lebih kecil
dan tomat ceri yang hanya sebesar kelereng. Apapun jenisnya, tomat mengandung
unsur gizi yang hamper sama, yakni kaya akan vitamin A, vitamin C, mineral,
serat dan zat fitonutrien.
Keisitimewaan lain buah
tomat adalah tinginya kandungan likopen. Selain memberikan warna merah pada
buah tomat, likopen terbukti efektif sebagai zat antioksidan. Likopen juga
dapat menurunkan risiko terkena kanker, terutama kanker prostat, lambung,
tenggorokan dan usus besar. Kandungan asam klorogenat dan asam p-kumarat di
dalam tomat mampu melemahkan zat nitrosamin penyebab kanker. Vitamin A yang
terkandung di dalam tomat sangat baik untuk kesehatan
mata.
Tomat juga banyak
dimanfaatkan di dalam industri kecantikan, banyak masker dan pil anti penuaan
yang berbahan dasar tomat. Bukan tanpa alasan, pigmen likopen memang
terbukti efektif sebagai antioksidan. Zat lain seperti tomatin di dalam
tomat bersifat sebagai antiinflamasi, yaitu dapat menyembuhkan luka dan
jerawat. Jika Anda demam, tomat juga mempunyai sifat antipiretik alias penurun
demam. Sementara serat yang tinggi di dalam tomat mampu mengatasi ganguan
pencernaan seperti sembelit dan wasir.
Manfaat tomat sebenarnya
sudah di teliti sejak lama, seperti penelitian DR. John CookBennet dari
WiloughbyUniversity, Ohio, yang dilakukan pada November 1834. Hasil
penelitiannya menunjukkan tomat dapat mengobati ganguan pencernaan, diare,
memulihkan fungsi lever dan serangan empedu. Peneliti lain dari
RowettResearchInstitute di Aberdeen, Skotlandia, menemukan gel berwarna kuning
yang menyelubungi biji tomat dapat mencegah penggumpalan dan pembekuan darah
penyebab stroke dan penyakit jantung. Tomat juga mampu memulihkan lemah syahwat
dan meningkatkan jumlah sperma serta menambah kegesitan gerakannya.
Mengkonsumsi buah tomat
sebaiknya dimasak terlebih dahulu. Seperti yang terungkap dari penelitian badan
pangan dunia FAO-WHO. Hasil penelitian lembaga ini menunjukan jika kandungan
likopen tidak rusak dan jumlahnya tidak jauh berubah selama pemanasan. Bahkan
kandungan likopen akan meningkat 10 kali lipat ketika tomat diolah menjadi saus
atau pasta tomat.
Likopen
merupakan bagian dari karotenoid yang larut dalam lemak, namun likopen yang
lalrut di dalam lemak justru sulit di serap oleh tubuh. Karenanya, disarankan
mengolah tomat dengan cara di rebus atau dikukus. Mengkonsumsi sebaiknya
pilih yang tomat organik. Tomat organik lebih sehat karena bebas dari residu
kimia, baik dari pupuk dan pestisida. Tomat dari hasil organik juga lebih
tinggi kandungan kalsiumnya, sekitar 23 mg dibandingkan tomat unorganik yang
hanya mengandung 5 mg kalsium.
Tomat tergolong sebagai buah klimakterik yang
masih mengalami proses respirasi selama penyimpanan. Tomat merupakan sayuran
buah yang mudah rusak dan kerusakannya juga dapat disebabkan oleh faktor fisik,
kimiawi dan hayati
B. SENYAWA YANG TERKANDUNG PADA TOMAT
Tabel 2.2 senyawa
kimia yang terkandung pada tomat
|
Senyawa kimia |
Besar Kalori |
|
Kalsium |
7 mg |
|
Fosfor |
15 mg |
|
Zat besi |
0,9 mg |
|
Natrium |
230 mg |
|
Kalium |
230 mg |
|
Vitamin A |
(1.050 IU) |
|
Vitamin B1 |
(0,05 mg) |
|
Vitamin B2 |
(0,03 mg) |
|
Vitamin C |
(16 mg) |
Selain itu, larutan dalam tomat bersifat
elektrolit, sehingga menyebabkan penukaran elektrolit, sehingga menyebabkan penukaran
elektron dari tembaga ke seng yang menyebabkan terjadi aliran listrik yang
searah, jadi menyebabkan elektron harus melaluin kabel penghubungnya. Dan pada
akhirnya dapat menghasilkan listrik.
C. SUMBER
ENERGI ALTERNATIVE LISTRIK
Penelitian mengenai energi alternatif lebih
dititik beratkan kepada energi alternatif yang menggunakan bahan-bahan alami
dan bersumber dari alam. elektrolit dalam batu baterai bersifat asam, sehingga
buah yang bersifat asam dapat menjadi elektrolit,seperti tomat
juga dapat digunakan sebagai sumber arus listrik searah. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa rata-rata tegangan yang dihasilkan oleh Buah
tomat adalah 1,24 volt. Dan ketahanan dalam jam dinding rata-rata
selama 5 hari 6 jam (135 jam). Kontruksi buah tomat sama dengan
baterai biasa. Perbedaannya adalah pada
elektrolitnya. Tomat mengandung beberapa mineral yang dapat berfungsi
sebagai elektrolit. Mineral dalam jumlah terbanyak adalah potassium atau kalium
(K+). Kulit pisang juga mengandung garam sodium yang mengandung klorida (Cl-)
dalam jumlah sedikit. Reaksi antara potassium atau kalium dan garam sodium
dapat membentuk kalium klorida atau KCl. KCl merupakan elektrolit kuat yang
mampu terionisasi dan menghantarkan arus listrik. Tomat juga
mengandung Magnesium dan Seng. Magnesium (Mg) dapat bereaks dengan diklorida
dan menjadi elektrolit kuat. Jumlah Magnesium hanyalah 15 % dari
jumlah tomat keseluruhan. Tomat juga mengandung
Seng (Zn) yang merupakan elektroda positif. jumlah kandungan Seng
dalam tomat hanya mencapai 2 %. Sehingga mineral yang paling
berperan dalam menghantarkan listrik adalah potassium atau kalium, yang
bereaksi dengan garam sodium. Dimungkinkan garam magnesium dan seng juga turut
berperan dalam menghantarkan dan menyimpan arus listrik searah.
BAB
III
METODE
PENELITIAN
A. METODE PENELITIAN
Adapun jenis eksperimen yang dilakukan dalam
penelitian ini adalah eksperimen di laboratorium,percobaan yang dilakukan di
laboratorium yaitu untuk mengetahui berapa kuat arus listrik yang terkandung
dalam tomat dan percobaan menghidupkan lampu kecil menggunakan tomat.
Alat :
Beberapa alat yang akan digunakan pada
penelitian ini adalah sebagai berikut:
a.
Blender Listrik, sebagai alat untuk menghaluskan limbah tomat
b.
Timbangan, untuk mengukur massa dari limbah tomat
c.
Voltmeter dan Amperemeter, sebagai alat untuk mengukur tegangan dan arus
dari
limbah tomat
d.
Bejana plastik, sebagai wadah larutan dari limbah tomat
e.
Kabel dan penjepit buaya, untuk menghubungkan antara rangkaian voltmeter,
amperemeter
dan LED.
Bahan :
Bahan
yang akan digunakan pada penelitan ini adalah sebagai berikut:
a.
Seng (Zn) dan Tembaga (Cu), sebagai elektroda
b.
Sebuah dioda jenis LED, sebagai beban nyata
c.
Limbah buah tomat sebagai bahan elektrolit
prosedur
penelitian :
1. Menyiapkan
alat dan bahan
2. Menghaluskan bahan limbah tomat dengan
menggunakan blender
3. Menimbang
menggunakan timbangan bahan limbah tomat yang telah dihaluskan dengan massa 1
kg
4. Memilih
elektroda seng (Zn) dan tembaga (Cu)
5. Memasukkan
bahan limbah tomat yang telah dihaluskan kedalam bejana plastik
6. Menancapkan
kedua elektroda kedalam bejana yang telah terisi limbah tomat
7. Mengukur
arus dan tegangan dengan voltmeter dan amperemeter yang dihasilkan limbah tomat
tersebut
8. Menghubungkan rangkaian alat ukur dan lampu LED
Ket :
Vs = Sumber tegangan (Vs)
A = Arus (A)
V = Tegangan (V)
D = Dioda
9.
Mencatat hasilnya kedalam tabel pengamatan
Tabel Pengukuran arus
dan tegangan serta penyalaan LED pada setiap jenis limbah sayur dan buah :
|
Wadah limbah |
Massa (kg) |
Besarnya arus dan tegangan |
Keadaan LED |
Waktu menghasilkan sifat listrik |
|||
|
I(mA) |
V(V) |
Terang |
Redup |
Mati |
|||
|
Wadah 1 |
|
|
|
|
|
|
|
|
Wadah 2 |
|
|
|
|
|
|
|
|
Wadah 3 |
|
|
|
|
|
|
|
|
Wadah 4 |
|
|
|
|
|
|
|
|
Wadah 5 |
|
|
|
|
|
|
|
|
Wadah 6 |
|
|
|
|
|
|
|
DAFTAR PUSTAKA
Agustina. 2004. Dasar
Nutrisi Tanaman. Jakart: Rineka Cipta
Anif. S dan Harismah
K.2004. Efektivitas Pemanfaatan Limbah Tomat Sebagai Pengganti
EM4 Pada Proses
Pengomposan Sampah Organik. Laporan Penelitian Dosen Muda, DP3M Dirjen Dikti.
Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMS.
Cahaya. A.T. S. dan
Nugroho, D. A. 2004. Pembuatan Kompos Dengan Menggunakan
Limbah Padat Organik
(Sampah Sayuran dan Ampas Tebu). Jurusan Teknik Kimia,Fakultas Teknik.
Semarang: Universitas Diponegoro
Hidayati. Y. A., Ellin
H., dan Eulis T.M. 2008. Upaya Pengolahan Feses Dombadan Limbah
Usar
(Vitiveriazizanioides) Melalui Barbagai Metode Pengomposan. Jurnal Ilmu Ternak.
Vol 8, No1.
Wahyuningtyas. R. S.,
dan P. D. Susanti. 2011. Karakteristik Kompos dari Enam Jenis
Tumbuhan Bawah Lahan
Gambut. Jakarta
Komentar
Posting Komentar