Langsung ke konten utama

subject and Auxiliary Verb

subject verb














Hi Everyone, how are you?? I Hope you're always good ^-^


hemm. well langsung aja kali ini kita membahas tentang sentence dan auxiliary verb yang pernah dipelajari sebelum nya didalam sentence dan auxliary pasti terdapat subject verb jadi kita review lagi, guys. yang pasti ngak tentang verb yang merupakan kegiatan seperti eat,play, go, swim.dll sebelum kita bahas tentang kalimat auxiliary, nah kita bahas sentence terlebih dahulu.
A. Sentence

    what is sentence???
    sentence → subject  + verb
    sentence merupakan kalimat dalam sebuah kalimat harus memiliki subject dan verb.
exampel:
  • tony plays football
  • tony was the best football player
  • tony is a football player
kalimat pertama, tony merupakan subject, verb nya plays
kalimat kedua, tony merupakan subject dan verbnya was

nah, apa saja yang bisa dijadi kan subject???


  1. noun ( kata benda )
        noun bisa dibagi menjadi 2 yaitu , person dan nonpperson.
  • jhon
  • clare
  • cat
  • car
     2. pronoun ( kata ganti)
  • I
  • You
  • we
  • they
  • he
  • she
  • it
apa saja yang termasuk verb???
  1. to Be
  • Am/was
  • Are/were
  • is
  • be
  • being
  • been
     2. Action Verb (melakukan aktivitas)

  • eats/ate/eaten
  • Drink/Drinks/Drank
  • have/has/had
jika menggunakan simple sentence  itu harus memilih to be atau action dan tidak digunakan secara bersamaan.
contoh.
tony plays football (plays merupakan kalimat action)
tony is a football player ( is merupakan kalimat to be )

contoh yang salah:
jhon is play football every Sunday
I'm study at Gajah mada University

contoh yang benar
I study at Gajah mada university
jhon plays football every sunday
contoh :


a cat  eats   my fish
   s       Vs
three cats eat my fish
         s       v1

keterangan:
verb (s) = verb singular
verb 1 = verb plural

subject verb agreement
adalah persesuaian antara verb ( kata kerja) dengan subject kalimat dalam plural ( jamak) dan singular (tunggal)
Secara umum pada bentuk simple present tensesingular verb berupa base form / bare infinitive (bentuk dasar dari verb) dengan ditambahkan ending (akhiran) -s/-es. Adapun pada plural verb tanpa ditambahkan ending -s/-es (sebaliknya, plural subject ditambahkan ending -s/-es). Aturan kata kerja ini berlaku pula pada subjek berupa third person (orang ketiga, contoh: Ricky, Anna) dan semua personal pronoun (they, we= jamak; he, she, it= tunggal), kecuali I dan you. Walaupun berupa subjek tunggal, I dan you dipasangkan dengan kata kerja bentuk jamak.
Jika kata kerja dalam verb “to be”, am dipasangkan dengan I, is dengan singular subject kecuali I dan you, dan are dengan plural subject dan you.
Sedangkan pada past tense, tidak ada perbedaan bentuk kata kerja dalam hal number (tunggal atau jamak) subjek kalimat, semua dalam verb-2, kecuali jika kata kerja yang digunakan merupakan verb “to be” was-wereWas untuk singular subject kecuali you, dan were untuk you dan plural subject.
contoh 
  • The books on the table are mine
  • one of my friend is a magican 
  • I was there yesterday
  • They like eating out
Auxliary verb
Pengertian dari auxiliary verb sendiri adalah kata kerja yang digunakan bersamaan dengan kata kerja utama. Biasa disebut juga sebagai helping verbs atau kata kerja bantu, auxiliary verbs berfungsi untuk mempertegas kata kerja utama atau untuk membentuk kalimat negatif atau pertanyaan
Auxiliary verb ini terdiri dari dua jenis yaitu main auxiliary dan modal auxiliary. Main auxiliary terdiri dari be, do, dan have. Sedangkan modal auxiliary terdiri dari can, could, will, would, may, might, shall, should, must dan ought to.


Auxiliary
Present
Past
Main auxiliary
Be ( biasanya digunakan dalam continuous tense dan passive voice
Am, are, is, being, been
Was, were
Do ( biasanya digunakan dalam kalimat negatif  dan kalimat tanya pada beentuk simple tense).
Do, does
did
Have ( biasanya digunakan dalam perfect tense
Have has, having
Had
Modals Auxiliary

Will
Would
Can
could
May
might
Shall
should
must
Ought to

contoh :


  • Freddy is handsome (Freddy itu tampan)
  • Freddy is studying mathematic (Freddy sedang belajar matematika)
Kalimat pertama merupakan contoh penggunaan be sebagai kata kerja utama. Sedangkan pada kalimat kedud Freddy is studying mathematic, be disini berkedudukan sebagai auxiliary verb atau kata kerja bantu yang melengkapi kata studying.

kombinasi Auxiliary Verb
Sebuah kata kerja utama ternyata bisa dilengkapi sampai tiga kata kerja bantu dalam satu waktu sekaligus. Dalam hal ini, kata kerja bantu tersebut dapat terdiri dari satu modal auxiliary dengan satu atau dua main auxiliary. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak contoh kombinasi auxiliary verb berikut ini:
  • The book has been read (Buku itu telah dibaca)
  • I have been driving for an hour (Saya telah mengemudi selama satu jam)
  • They must have dinner soon (Mereka past akan makan malam segera)

Dalam tiga kalimat contoh tersebut, terdapat kombinasi penggunaan auxiliary verb dalam satu kalimat. Pada kalimat pertama, The book has been read, terdapat main auxiliary “has” dan “been” yang kemudian diikuti dengan kata kerja utama “read”. Dalam contoh kalimat kedua, terdapat modal auxiliary “have” dan main auxiliary “been” yang diikuti dengan verb+ing “driving”. Berbeda dari contoh kalimat kedua, kalimat ketiga hanya menggunakan satu kata kerja bantu yaitu “must” dan diikuti kata kerja utama “have”.

contoh penggunaan auxiliary verb dalam kalimat
Untuk menambah pemahaman kita mengenai auxiliary verb, berikut ini ada beberapa contoh penggunaan auxiliary verb dalam kalimat.
Auxiliary verb
Exampels
be

Do
Do you want to leave right now? (Apakah anda ingin pergi sekarang?)
Have
I have bought a new dress for the party tonight (Saya telah membeli gaun baru untuk pesta nanti malam)
Can/could
I can work together (saya bisa bekerja bersama-sama)
May/might
You may need rest (Anda mungkin membutuhkan istirahat)
Shall/should
They should have gone (Mereka seharusnya sudah pergi).
I shall bring my bag everyday (seharusnya saya membawa tas setiap hari).
Will/would
I would like to tell you about the forest (Saya ingin menceritakan padamu tentang hutan itu).
I will come back home tomorrow (Saya akan pulang besok).
Must/ought to
You ought to laugh some times (Anda harus tertawa sesekali)





Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penulisan Policy Brief dan Policy Paper serta Pentingnya Komunikasi dalam Kebijakan

Mengapa policy brief atau policy paper itu penting ? Policy brief atau policy pape r diartikan sebagai jembatan komunikasi, seorang policy analyst setelah menemukan data ( evidance ) yang perlu diberikan dan disampaikan kepada policy maker. Agar tidak hanya menghasilkan  policy paper , tetapi perlu menjadi tindak lanjut dan respon dari policy maker.   Bagaimana seorang policy analyst menghasilkan jembatan komunikasi ? Dalam hal ini policy analyst perlu memahami dan memiliki pengetahuan tentang policy stakeholder terkait dengan isu tertentu seperti (siapa yang terlibat, kedudukan, dll).  Policy analyst juga harus bisa melihat keterkaitan isu dengan lingkungan-lingkungan strategik. Seorang analis kebijakan harus mampu mengevaluasi atau kebijakan existing selama proses berjalan untuk melihat seperti apa hasilnya, dampaknya, bagaimana kinerja policy analyst dan mampu memberikan skor pelaksanaan kebijakan. Policy analyst juga harus mampu memberikan pilihan atau alte...

STAKE'S MODEL

RINGKASAN PERKULIAHAN MODEL EVALUASI STAKE'S Pendahuluan Evaluasi informal : evaluasi yang dikenali dari ketergantungannya pada observasi sepintas lalu, tujuan yang implisit, norma-norma intuitif dan judgement subyektif. Evaluasi formal: evaluasi yang dikenali dari ketergantungan pada cek list struktur visi panduan, dikontro/ dikedalikan dan standarisasi tes siswa. Menekankan pada evaluasi formal : dipandang dapat memberikan sumbangan yang potensial pada program pendidikan. Evaluasi formal dapat dididentifikasikan secara rinci kondisi-kondisi yang mengawali aktivitas (antecedent condition), transaksi-transaksi di dalam kelas (classroom transaction)  dalam keterkaitannya dengan acholastic outcome. Evaluasi formal dapat dipergunakan untuk merefleksikan kesempurnaan, kompeksitas dan penting tidaknya suatu program pendidikan. Aspek-aspek Program yang Dievaluasi Tahap awal (antecedent phase), periode sebelum program diterapkan, mecakup peristiwa dan kondisi yang mungkin berkaitan dengan...
       Pada kesempatan ini, saya akan membagikan salah buku “wajib” untuk persiapan olimpiade fisika tingkat SMA/MA. Ini merupakan buku yang sangat saya rekomendasikan. Tidak jarang soal-soal yang ada disini keluar ketika KSN tingkat kota, provinsi, maupun nasional. Ingat, tak jarang ada anak yang berhasil di KSN karena soal yang dia dapat ketika ujian pernah ia kerjakan sebelumnya sehingga dapat mengerjakan dengan tepat dan efektif. David Morin - Introduction to Classical Mechanics Buku ini sangat cocok untuk persiapan KSN tingkat kota sampai provinsi, karena mekanika yang dipelajari cukup mendalam dan variasi soalnya merupakan model-model soal yang sering keluar di olimpiade. Secara garis besar, buku ini terdiri dari 14 bab, yaitu: 1 . Strategi umum untuk memecahkan permasalahan mekanika. 2. Kesetimbangan, meliputi kesetimbangan gaya dan torsi. 3. Penggunaan F=ma, yang merupakan penerapan dari Hukum II Newton. 4. Osilasi, meliputi osilasi harmonik, ...